Jumat, 24 Mei 2019

Jual Bibit Puyuh Jogja

Jual Bibit Puyuh Jogja


Jual Bibit Puyuh Jogja - Hubungi kami dengan Telp 082136783880 Jual Bibit Puyuh Berkualitas. Seluruh wilayah jawa bisa kirim langsung sampai kandang bayar setelah sampai. Luar jawa kirim via cargo pesawat.

Dibawah ini yaitu serba-serbi budidaya burung puyuh di awali dengan histori singkat burung puyuh, utama budidaya burung puyuh, jenis-jenis burung puyuh, fungsi burung puyuh, kriteria lokasi budidaya burung puyuh, anjuran tehnis budidaya burung puyuh, hama serta penyakit burung puyuh dan sebagainya.

1. Peristiwa Singkat
Puyuh merupakan model burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek serta bisa diadu. Burung puyuh dimaksud ikut Gemak (Bhs. Jawa-Indonesia). Bahasa asingnya disebut "Quail", merupakan bangsa burung (liar) yg kali pertama diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870. serta selalu di kembangkan ke pelosok dunia. sedang di Indonesia puyuh mulai diketahui, serta diternak sejak akhir tahun 1979. Kini mulai bermunculan di kandang-kandang ternak yg ada pada Indonesia.



Jual Bibit Puyuh Jogja


Jl. Dr. Moh. Hatta No.4, Kota Blitar, Jawa Timur


082136783880
q

Jual Bibit Puyuh Jogja

Jual Bibit Puyuh Jogja


2. Utama Peternakan
Sentral Peternakan burung puyuh banyak terdapat di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah

3. Style
Kelas : Aves (Bangsa Burung)
Ordo : Galiformes
Sub Ordo : Phasianoidae
Famili : Phasianidae
Sub Famili : Phasianinae
Genus : Coturnix
Species : Coturnix-coturnix Japonica

4. Faedah
- Telur serta dagingnya mempunyai nilai gizi serta rasa yang lezat
- Bulunya sebagai bahan aneka kerajinan atau perlengkapan rumah tangga lainnya
- Kotorannya menjadi pupuk kandang maupun kompos yang baik dapat diperlukan menjadi pupuk tanaman

5. Syarat-syarat Lokasi
Area jauh dari keramaian serta pemukiman masyarakat
area mempunyai strategi transportasi, terlebih jalur sapronak dan jalur-jalur pemasaran
tempat terpilih bebas dari wabah penyakit
Bukan adalah daerah sering banjir
Merupakan daerah yg tetap memperoleh rotasi hawa yang baik.

6. Petunjuk Teknik Budidaya
Penyiapan fasilitas serta perlengkapan

Perkandangan
Dalam metode perkandangan yg butuh jadi perhatian merupakan temperatur kandang yg baik atau normal kira-kira 20-25 derajat C; kelembaban kandang kira-kira 30-80%; penerangan kandang pada siang hari cukup 25-40 watt, dan malam hari 40-60 watt (perihal ini laku untuk cuaca mendung/musim hujan). Tata letak kandang semestinya diatur agar cahaya matahari pagi dapat masuk dalam kandang. Model kandang puyuh ada 2 (dua) jenis yang biasa diaplikasikan yaitu mode litter (lantai sekam) dan sistem sangkar (batere). Ukuran kandang untuk 1 m 2 bisa diisi 90-100 ekor anak puyuh, selanjuntnya berubah menjadi 60 ekor untuk umur 10 hari hingga sampai terlepas jaman anakan. paling akhir menjadi 40 ekor/m 2 sampai masa bertelur. mengenai kandang yang biasa digunakan dalam budidaya burung puyuh yaitu:

Kandang untuk induk pembibitan
Kandang ini berpegaruh langsung pada produktifitas dan kapabilitas mneghasilkan telur yang memiliki kualitas. Besar atau ukuran kandang yang akan dimanfaatkan mesti sesuai sama banyaknya puyuh yang bakal dijaga. baiknya satu ekor puyuh dewasamembutuhkan luas kandang 200 m2.

Kandang untuk induk petelur
Kandang ini berfungsi sebagai kandang untuk induk pembibit. Kandang ini mempunyai bentuk, ukuran, dan kebutuhan perabotan yang sama. Kepadatan kandang semakin besar tapi dapat pula sama.

Kandang buat anak puyuh/umur stater(kandang indukan)
Kandang ini adalah kandang buat anak puyuh pada usia starter, yakni mulai usia 1 hari sampai dengan dua hingga sampai tiga minggu. Kandang ini berfungsi buat mengontrol agar anak puyuh yang tetap memerlukan pemanasan itu konsisten terlindung serta memperoleh panas yang sama dengan kebutuhan. Kandang ini butuh diperlengkapi alat pemanas. Biasanya ukuran yang seringkali dimanfaatkan merupakan lebar 100 cm, panjang 100 cm, tinggi 40 cm, serta tinggi kaki 50 cm. (cukup memuat 90-100 ekor anak puyuh).

Kandang untuk puyuh umur grower (3-6 minggu) serta layer (lebih dari 6 minggu)
Bentuk, ukuran atau peralatannya sama juga dengan kandang untuk induk petelur. Alas kandang umumnya berbentuk kawat ram.


Model Kandang untuk Layer
perabotan
perabotan kandang berbentuk tempat makan, tempat minum, tempat bertelur serta tempat obat-obatan.
Penyiapan Bibit.

Yang butuh diperhatikan oleh peternak sebelum mengawali upayanya, adalah mengerti 3 (tiga) unsur produksi upaya perternakan ialah bibit/pembibitan, pakan (ransum) serta pengaturan upaya peternakan.

Penentuan bibit burung puyuh sesuai dengan tujuan pemeliharaan, ada 3 (tiga) jenis tujuan pemeliharaan burung puyuh, adalah:

a. Buat produksi telur konsumsi, di ambil bibit puyuh jenis ketam betina yang sehat atau bebas dari kerier penyakit.
b. Buat produksi daging puyuh, dipilih bibit puyuh jantan serta puyuh petelur afkiran.
c. Untuk pembibitan atau produksi telur tetas, diambil bibit puyuh betina yang baik produksi telurnya serta puyuh jantan yang sehat yg siap membuahi puyuh betina supaya bisa menanggung telur tetas yg baik.

Pemeliharaan
1) Sanitasi serta aksi Preventif
Untuk mengontrol munculnya penyakit pada pemeliharaan puyuh kebersihan lingkungan kandang serta vaksinasi pada puyuh perlu dijalankan sedini
mungkin.

2) Pengontrolan Penyakit
Pengontrolan penyakit dilakukan kapan saja serta apabila ada tanda tanda yang kurang sehat pada puyuh mesti lekas dilaksanakan penyembuhan sesuai sama anjuran dokter hewan atau dinas peternakan ditempat atau anjuran dari Poultry Shoup.

3) Pemberian Pakan
Ransum (pakan) yang dapat dikasihkan untuk puyuh terdiri dalam beberapa bentuk, yakni: bentuk pallet, remah-remah dan tepung. sebab puyuh penyuka usil memtuk temannya akan mempunyai kegiatan dengan mematuk-matuk pakannya. Pemberian ransum puyuh anakan diberikan 2 (dua) kali sehari pagi dan siang. sedang puyuh remaja/dewasa dikasihkan ransum cuma satu kali satu hari ialah saat pagi hari. Untuk pemberian minum pada anak puyuh pada bibitan terus-menerus.

4) Pemberian Vaksinasi serta Obat
Pada usia 4-7 hari puyuh di vaksinasi dengan dosis separo dari dosis untuk ayam. Vaksin bisa dikasihkan lewat tetes mata (intra okuler) atau air minum (peroral). Pemberian obat selekasnya dikerjakan apabila puyuh nampak beberapa gejala sakit dengan meminta pertolongan anjuran dari PPL setempat maupun dari toko peternakan (Poultry Shoup), yang ada di dekat Anda beternak puyuh.

7. Hama serta Penyakit
Radang usus (Quail enteritis)
Penyebab: bakteri anerobik yg membuat spora dan menyerang usus, sehingga muncul pearadangan pada usus.
tanda-tanda: puyuh terlihat lesu, mata tertutup, bulu terlihat kusam, kotoran berair dan mengandung asam urat.
Pengendalian: memperbaiki tata laksana pemeliharaan, serta memisashkan burung puyuh yg sehat dari yang telah terinfeksi.

Tetelo (NCD/New Casstle Diseae)
Gejala: puyuh susah bernafas, batuk-batuk, bersin, muncul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, kadangkala berdarah, tinja encer kehijauan yang
spesifik tersedianya gejala "tortikolis"yaitu kepala memutar-mutar tidak menentu serta lumpuh.
Pengendalian:
mengontrol kebersihan lingkungan serta peralatan yg tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yang mati lekas dibakar/dibuang;
pisahkan ayam yang sakit, menahan tamu masuk lahan peternakan tiada pakaian yang mensucihamakan/ steril dan kerjakan vaksinasi NCD. hingga sampai sekarang belum ada obatnya.

Berak putih / Kapur (Pullorum)
Penyebab: Kuman Salmonella pullorum serta merupakan penyakit menyebar.
Gejala: kotoran berwarna putih, nafsu makan hilang, sesak nafas, bulu-bulu mengerut serta sayap lemah menggantung.
Pengendalian: sama dengan pengendalian penyakit tetelo.

Berak darah (Coccidiosis)
Tanda-tanda: tinja berdarah dan mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam menggigil kedinginan.
Pengendalian:
mengontrol kebersihan lingkungaan, menjaga litter konsisten kering;
dengan Tetra Chloine Capsule diberikan melalui mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dilarutkan pada air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox

Cacar Unggas (Fowl Pox)
Yang menimbulkan: Poxvirus, menyerang bangsa unggas dari semua usia serta style kelamin.
tanda-tanda: imbulnya keropeng-keropeng pada kulit yang tdk berbulu, seperti pial, kaki, mulut serta farink yang kalau dilepaskan akan keluarkan darah.
Pengendalian: vaksin dipteria serta mengisolasi kandang atau puyuh yang terinfksi.

Quail Bronchitis
Yang menimbulkan: Quail bronchitis virus (adenovirus) yg berbentuk sangatlah menular.
tanda-tanda: puyuh terlihat lesu, bulu kusam, gemetar, sukar bernafas, batuk serta bersi, mata serta hidung kadang-kadang keluarkan lendir dan terkadang kepala serta leher lumayan terpuntir.
Pengendalian: pemberian pakan yang bergizi dengan sanitasi yang cukup.

Aspergillosis
Yang menimbulkan: cendawan Aspergillus fumigatus.
tanda-tanda: Puyuh mengalami problem pernapasan, mata terjadi lapisan putih mirip keju, mengantuk, nafsu makan berkurang.
Pengendalian: melakukan perbaikan sanitasi kandang serta lingkungan sekitarnya.

Cacingan
Penyebab: sanitasi yg buruk.
Gejala: puyuh tampak kurus, lesu serta lemah.
Pengendalian: mengawasi kebersihan kandang serta pemberian pakan yang terbangun kebersihannya.

8. Panen
Hasil penting
Pada usaha pemeliharaan puyuh petelur, yang menjadi hasil pentingnya yaitu produksi telurnya yang dipanen tiap-tiap hari selama waktu produksi berlangsung.
Hasil penambahan

Dan yang disebut hasil penambahan misalnya berbentuk daging afkiran, tinja dan bulu puyuh.

9. Saat Panen ...

10. Analisis Ekonomi Budidaya

pengamatan upaya Budidaya

Investasi
kandang ukuran 9 x 0,6 x 1,9 m (1 jalur + tempat makan dan minum) Rp. 2.320.000,-
kandang besar Rp. 1.450.000,-
cost pemeliharaan (untuk usia 0-2 bulan)
ay Old Quail (DOQ) x Rp 798 (Harga DOQ) Rp. 1.596.000,-
Obat (Vitamin + Vaksin) Rp. 145.000,-
Pakan (selama 60 hari) Rp. 2.981.200,-
banyaknya cost produksi Rp. 4.722.200,-
Keadaan puyuh:
Jumlah anak 2000 ekor (jantan dan betina)
dampak mati 5%, bekas 1900
kemungkinan kelamin 15% jantan, 85% betina (285 jantan, 1615 betina)
Setelah 2 bulan harga puyuh bibit Rp 3.625,- betina serta Rp 725 jantan
Penjualan puyuh bibit usia 2 bulan Rp. 4.408.000,-Minus Rp. -314.200,-
Biaya pemeliharaan (0-4 bulan)
200 DOQ x Rp 798,- Rp. 159.600,-
Obat (vitamin serta Vaksinasi) Rp. 290.000,-
Pakan (s/d usia 3 minggu) Rp. 2.459.925,-
Pakan (s/d minggu ke 4) betina 1615 ekor dan 71 ekor jantan (25% jantan wajar bibit) Rp. 5.264.051,-
banyaknya cost produksi Rp. 8.173.576,-
situasi puyuh:
Mulai usia 1,5 bulan puyuh bertelur setiap hari rata-rata 85%, jumlah telur 1373 butir
Hasil telur 75 hari x 1373 x Rp 75,- Rp. 7.723.125,-
Puyuh betina bibit 1615 ekor @ Rp 3.625,- Rp. 5.854.375,-
Puyuh jantan bibit 75 ekor @ Rp 798,- Rp. 59.850,-
Puyuh jantan afkiran 214 ekor @ Rp 725,- Rp. 155.150,-
Keuntungan dari hasil penjualan Rp. 5.618.924,-
ongkos pemeliharaan (sampai usia 8 bulan)
ongkos buat usia 4-8 bulan Rp. 1.625.137,-

penerimaan
Hasil telur (0,5 bulan) 195 x 1373 x Rp 75,- Rp. 20.080.125,-
Hasil puyuh afkir 1615 ekor @ Rp 798,- Rp. 1.288.770,-
Hasil jantan afkir 71 ekor @ Rp 725,- Rp. 51.475,-
Hasil jantan afkir (2 bln) 214 ekor @ Rp 725,- Rp. 155.150,-
Keuntungan beternak puyuh petelur dan afkiran jual Rp. 10.950.113,-

Jadi peternak tambah banyak menjumlah keuntungan kalau beternak puyuh petelur, baru selanjutnya puyuh afkirannya dijual ketimbang jual puyuh bibit. Analisa usaha dihitung berdasarkan harga-harga yang laku pada tahun 1999
Jual Bibit Puyuh Jogja




Jual Bibit Puyuh Jogja


Jl. Dr. Moh. Hatta No.4, Kota Blitar, Jawa Timur


082136783880

Jual Bibit Puyuh Jogja

Jual Bibit Puyuh Jogja

Beli Bibit Puyuh Petelur

Beli Bibit Puyuh Petelur


Beli Bibit Puyuh Petelur - Informasi Lebih lanjut Telp 082136783880 Jual Bibit Puyuh Berkualitas. Seluruh wilayah jawa bisa kirim langsung sampai kandang bayar setelah sampai. Luar jawa kirim via cargo pesawat.

Dibawah ini yaitu serba-serbi budidaya burung puyuh di mulai dengan peristiwa singkat burung puyuh, utama budidaya burung puyuh, beberapa jenis burung puyuh, manfaat burung puyuh, persyaratan lokasi budidaya burung puyuh, pedoman tekhnis budidaya burung puyuh, hama serta penyakit burung puyuh dan lain-lain.

1. Sejarah Singkat
Puyuh adalah jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek dan bisa diadu. Burung puyuh dimaksud pun Gemak (Bhs. Jawa-Indonesia). Bahasa asingnya dimaksud "Quail", merupakan bangsa burung (liar) yang pertama kali diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870. serta terus di kembangkan ke seluruh dunia. Sedangkan di Indonesia puyuh mulai diketahui, serta diternak semenjak akhir tahun 1979. saat ini mulai bermunculan di kandang-kandang ternak yg ada pada Indonesia.



Beli Bibit Puyuh Petelur


Jl. Dr. Moh. Hatta No.4, Kota Blitar, Jawa Timur


082136783880
q

Beli Bibit Puyuh Petelur

Beli Bibit Puyuh Petelur


2. Sentral Peternakan
Sentral Peternakan burung puyuh banyak terdapat di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur serta Jawa Tengah

3. Style
Kelas : Aves (Bangsa Burung)
Ordo : Galiformes
Sub Ordo : Phasianoidae
Famili : Phasianidae
Sub Famili : Phasianinae
Genus : Coturnix
Species : Coturnix-coturnix Japonica

4. Faedah
- Telur dan dagingnya memiliki nilai gizi dan perasaan yang lezat
- Bulunya jadi bahan beragam kerajinan atau perabot rumah tangga lainnya
- Kotorannya sebagai pupuk kandang atau kompos yang baik bisa dipakai sebagai pupuk tanaman

5. Persyaratan tempat
Lokasi jauh dari keramaian serta pemukiman penduduk
Lokasi mempunyai trick transportasi, khususnya arah sapronak serta jalur-jalur pemasaran
Lokasi terpilih bebas dari wabah penyakit
Bukan merupakan daerah kerap banjir
Merupakan daerah yang senantiasa mendapat sirkulasi udara yg baik.

6. Dasar tehnik Budidaya
Penyiapan Sarana serta perabotan

Perkandangan
Dalam mode perkandangan yang butuh jadi perhatian yaitu temperatur kandang yang bagus atau normal kira-kira 20-25 derajat C; kelembapan kandang kira-kira 30-80%; penerangan kandang pada siang hari cukup 25-40 watt, sedang malam hari 40-60 watt (perihal ini berlaku buat cuaca mendung/musim hujan). Tata letak kandang sebaiknya dirapikan biar cahaya matahari pagi dapat masuk ke dalam kandang. mode kandang puyuh ada 2 (dua) jenis yg biasa diterapkan ialah sistem litter (lantai sekam) serta sistem sangkar (batere). Ukuran kandang untuk 1 m 2 dapat diisi 90-100 ekor anak puyuh, selanjuntnya menjadi 60 ekor untuk usia 10 hari sampai terlepas masa anakan. paling akhir menjadi 40 ekor/m 2 sampai periode bertelur. Adapun kandang yang biasa dimanfaatkan dalam budidaya burung puyuh yaitu:

Kandang buat induk pembibitan
Kandang ini berpegaruh langsung pada produktifitas dan potensi mneghasilkan telur yang memiliki kualitas. Besar atau ukuran kandang yang akan diperlukan harus sesuai dengan banyaknya puyuh yang dapat dipelihara. bagusnya satu ekor puyuh dewasamembutuhkan luas kandang 200 m2.

Kandang untuk induk petelur
Kandang ini memiliki fungsi sebagai kandang untuk induk pembibit. Kandang ini punya bentuk, ukuran, serta kebutuhan perabotan yg sama. Kepadatan kandang semakin besar namun bisa juga sama.

Kandang untuk anak puyuh/umur stater(kandang indukan)
Kandang ini adalah kandang bagi anak puyuh pada umur starter, adalah mulai umur sehari sampai dengan dua sampai tiga minggu. Kandang ini memiliki fungsi buat mengawasi supaya anak puyuh yg masih butuh pemanasan itu konsisten terlindung dan mendapat panas yang sama dengan keperluan. Kandang ini perlu diperlengkapi alat pemanas. kebanyakan ukuran yang seringkali dipakai adalah lebar 100 cm, panjang 100 cm, tinggi 40 cm, dan tinggi kaki 50 cm. (cukuplah berisi 90-100 ekor anak puyuh).

Kandang buat puyuh usia grower (3-6 minggu) serta layer (lebih dari 6 minggu)
Bentuk, ukuran ataupun peralatannya sama dengan kandang untuk induk petelur. Alas kandang umumnya berbentuk kawat ram.


Mode Kandang buat Layer
perabotan
perabotan kandang berbentuk tempat makan, tempat minum, tempat bertelur serta tempat obat-obatan.
Penyiapan Bibit.

Yg perlu diperhatikan oleh peternak sebelum memulai usahanya, merupakan memahami 3 (tiga) unsur produksi upaya perternakan yaitu bibit/pembibitan, pakan (ransum) serta pengurusan usaha peternakan.

Pemilihan bibit burung puyuh sesuai dengan maksud pemeliharaan, ada 3 (tiga) macam maksud pemeliharaan burung puyuh, adalah:

a. Buat produksi telur mengonsumsi, di pilih bibit puyuh type ketam betina yang sehat atau bebas dari kerier penyakit.
b. Buat produksi daging puyuh, diseleksi bibit puyuh jantan dan puyuh petelur afkiran.
c. Untuk pembibitan atau produksi telur tetas, dipilih bibit puyuh betina yg baik produksi telurnya dan puyuh jantan yg sehat yang siap membuahi puyuh betina agar bisa menjamin telur tetas yang baik.

Pemeliharaan
1) Sanitasi serta aksi Preventif
untuk mengontrol timbulnya penyakit pada pemeliharaan puyuh kebersihan lingkungan kandang dan vaksinasi terhadap puyuh butuh dijalankan sedini
mungkin.

2) Pengontrolan Penyakit
Pengontrolan penyakit dilakukan sewaktu-waktu serta jikalau ada pertanda yang kurang sehat terhadap puyuh harus segera dilakukan penyembuhan sama dengan petunjuk dokter hewan atau dinas peternakan setempat atau petunjuk dari Poultry Shoup.

3) Pemberian Pakan
Ransum (pakan) yang bisa diberikan buat puyuh terdiri dalam sejumlah bentuk, yakni: bentuk pallet, remah-remah serta tepung. lantaran puyuh yang menyukai usil memtuk temannya akan punyai kegiatan dengan mematuk-matuk pakannya. Pemberian ransum puyuh anakan dikasihkan 2 (dua) kali satu hari pagi dan siang. dan puyuh remaja/dewasa diberikan ransum cuma 1x satu hari yakni pada pagi hari. untuk pemberian minum pada anak puyuh pada bibitan terus-terusan.

4) Pemberian Vaksinasi dan Obat
Pada umur 4-7 hari puyuh di vaksinasi dengan dosis separo dari dosis untuk ayam. Vaksin bisa dikasihkan melalui tetes mata (intra okuler) atau air minum (peroral). Pemberian obat selekasnya dilakukan kalau puyuh terlihat gejala-gejala sakit dengan mengharap dukungan saran dari PPL setempat maupun dari toko peternakan (Poultry Shoup), yang berada pada dekat Anda beternak puyuh.

7. Hama dan Penyakit
Radang usus (Quail enteritis)
Yang menimbulkan: bakteri anerobik yg membuat spora dan menyerang usus, sehingga muncul pearadangan pada usus.
Gejala: puyuh nampak lesu, mata tertutup, bulu kelihatan kusam, kotoran berair serta mempunyai kandungan asam urat.
Pengendalian: memperbaiki tata laksana pemeliharaan, dan memisashkan burung puyuh yg sehat dari yg telah terinfeksi.

Tetelo (NCD/New Casstle Diseae)
Gejala: puyuh sulit bernafas, batuk-batuk, bersin, muncul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, kadang-kadang berdarah, tinja encer kehijauan yang
spesifik adanya tanda-tanda "tortikolis"yaitu kepala memutar-mutar tak menentu serta lumpuh.
Pengendalian:
mengawasi kebersihan lingkungan dan peralatan yg tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yg mati segera dibakar/dibuang;
pisahkan ayam yang sakit, mencegah tamu masuk lahan peternakan tiada busana yang mensucihamakan/ steril serta lakukan vaksinasi NCD. Sampai sekarang belumlah ada obatnya.

Berak putih / Kapur (Pullorum)
Penyebab: Kuman Salmonella pullorum serta merupakan penyakit menyerang.
Gejala: kotoran berwarna putih, nafsu makan hilang, sesak nafas, bulu-bulu mengerut dan sayap lemah menggantung.
Pengendalian: sama dengan pengendalian penyakit tetelo.

Berak darah (Coccidiosis)
Tanda-tanda: tinja berdarah dan mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam menggigil kedinginan.
Pengendalian:
mengawasi kebersihan lingkungaan, menjaga litter masih kering;
dengan Tetra Chloine Capsule dikasihkan lewat mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dilarutkan dalam air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox

Cacar Unggas (Fowl Pox)
Yang menimbulkan: Poxvirus, menyerang bangsa unggas dari semua usia serta style kelamin.
tanda-tanda: imbulnya keropeng-keropeng pada kulit yg tidak berbulu, seperti pial, kaki, mulut dan farink yang bila dilepaskan dapat keluarkan darah.
Pengendalian: vaksin dipteria dan mengisolasi kandang atau puyuh yg terinfksi.

Quail Bronchitis
Yang menimbulkan: Quail bronchitis virus (adenovirus) yang punya sifat amat menyebar.
tanda-tanda: puyuh terlihat lesu, bulu kusam, gemetar, sulit bernafas, batuk serta bersi, mata dan hidung terkadang mengeluarkan lendir serta kadang-kadang kepala dan leher rada terpuntir.
Pengendalian: pemberian pakan yang bergizi dengan sanitasi yang ideal.

Aspergillosis
Penyebab: cendawan Aspergillus fumigatus.
Gejala: Puyuh mengalami masalah pernapasan, mata terbentuk lapisan putih mirip keju, mengantuk, nafsu makan menyusut.
Pengendalian: melakukan perbaikan sanitasi kandang serta lingkungan seputarnya.

Cacingan
Yang menimbulkan: sanitasi yg jelek.
Gejala: puyuh tampak kurus, lesu serta lemah.
Pengendalian: menjaga kebersihan kandang serta pemberian pakan yang terjaga kebersihannya.

8. Panen
Hasil pokok
Pada upaya pemeliharaan puyuh petelur, yang menjadi hasil utamanya adalah produksi telurnya yang dipanen setiap hari selama masa produksi terjadi.
Hasil Tambahan

Sedang sebagai hasil penambahan diantaranya berwujud daging afkiran, tinja serta bulu puyuh.

9. Pasca Panen ...

10. Kajian Ekonomi Budidaya

analisa Usaha Budidaya

Investasi
kandang ukuran 9 x 0,6 x 1,9 m (1 arah + tempat minum serta makan) Rp. 2.320.000,-
kandang besar Rp. 1.450.000,-
ongkos pemeliharaan (untuk umur 0-2 bulan)
ay Old Quail (DOQ) x Rp 798 (Harga DOQ) Rp. 1.596.000,-
Obat (Vitamin + Vaksin) Rp. 145.000,-
Pakan (sepanjang 60 hari) Rp. 2.981.200,-
Jumlah ongkos produksi Rp. 4.722.200,-
kondisi puyuh:
banyaknya anak 2000 ekor (jantan dan betina)
dampak mati 5%, sisa 1900
kemungkinan kelamin 15% jantan, 85% betina (285 jantan, 1615 betina)
selesai 2 bulan harga puyuh bibit Rp 3.625,- betina dan Rp 725 jantan
Penjualan puyuh bibit umur 2 bulan Rp. 4.408.000,-Minus Rp. -314.200,-
ongkos pemeliharaan (0-4 bulan)
200 DOQ x Rp 798,- Rp. 159.600,-
Obat (vitamin serta Vaksinasi) Rp. 290.000,-
Pakan (s/d usia 3 minggu) Rp. 2.459.925,-
Pakan (s/d minggu ke 4) betina 1615 ekor dan 71 ekor jantan (25% jantan layak bibit) Rp. 5.264.051,-
jumlahnya biaya produksi Rp. 8.173.576,-
kondisi puyuh:
Mulai umur 1,5 bulan puyuh bertelur tiap-tiap hari rata-rata 85%, banyaknya telur 1373 butir
Hasil telur 75 hari x 1373 x Rp 75,- Rp. 7.723.125,-
Puyuh betina bibit 1615 ekor @ Rp 3.625,- Rp. 5.854.375,-
Puyuh jantan bibit 75 ekor @ Rp 798,- Rp. 59.850,-
Puyuh jantan afkiran 214 ekor @ Rp 725,- Rp. 155.150,-
Keuntungan hasil dari penjualan Rp. 5.618.924,-
cost pemeliharaan (hingga umur 8 bulan)
ongkos untuk usia 4-8 bulan Rp. 1.625.137,-

penerimaan
Hasil telur (0,5 bulan) 195 x 1373 x Rp 75,- Rp. 20.080.125,-
Hasil puyuh afkir 1615 ekor @ Rp 798,- Rp. 1.288.770,-
Hasil jantan afkir 71 ekor @ Rp 725,- Rp. 51.475,-
Hasil jantan afkir (2 bln) 214 ekor @ Rp 725,- Rp. 155.150,-
Keuntungan beternak puyuh petelur dan afkiran jual Rp. 10.950.113,-

Jadi peternak semakin banyak menjumlah keuntungan apabila beternak puyuh petelur, baru lalu puyuh afkirannya dipasarkan ketimbang menjual puyuh bibit. penelitian usaha dihitung berdasarkan harga-harga yg laku pada tahun 1999
Beli Bibit Puyuh Petelur




Beli Bibit Puyuh Petelur


Jl. Dr. Moh. Hatta No.4, Kota Blitar, Jawa Timur


082136783880

Beli Bibit Puyuh Petelur

Beli Bibit Puyuh Petelur

Kamis, 23 Mei 2019

Bibit Puyuh Petelur Jogja

Bibit Puyuh Petelur Jogja


Bibit Puyuh Petelur Jogja - Hubungi CS kami Telp 082136783880 Jual Bibit Puyuh Berkualitas. Seluruh wilayah jawa bisa kirim langsung sampai kandang bayar setelah sampai. Luar jawa kirim via cargo pesawat.

Berikut ini ialah serba-serbi budidaya burung puyuh dimulai dengan riwayat singkat burung puyuh, sentral budidaya burung puyuh, beberapa jenis burung puyuh, faedah burung puyuh, syarat-syarat area budidaya burung puyuh, anjuran tehnis budidaya burung puyuh, hama serta penyakit burung puyuh dan sebagainya.

1. Riwayat Singkat
Puyuh merupakan type burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek dan dapat diadu. Burung puyuh disebut ikut Gemak (Bhs. Jawa-Indonesia). Bahasa asingnya dimaksud "Quail", adalah bangsa burung (liar) yang pertama-tama diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870. Dan selalu di kembangkan ke seluruh dunia. Sedangkan di Indonesia puyuh mulai dikenal, serta diternak sejak akhir tahun 1979. sekarang mulai bermunculan di kandang-kandang ternak yang ada pada Indonesia.



Bibit Puyuh Petelur Jogja


Jl. Dr. Moh. Hatta No.4, Kota Blitar, Jawa Timur


082136783880
q

Bibit Puyuh Petelur Jogja

Bibit Puyuh Petelur Jogja


2. Utama Peternakan
Utama Peternakan burung puyuh terdapat banyak di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah

3. Style
Kelas : Aves (Bangsa Burung)
Ordo : Galiformes
Sub Ordo : Phasianoidae
Famili : Phasianidae
Sub Famili : Phasianinae
Genus : Coturnix
Species : Coturnix-coturnix Japonica

4. Kegunaan
- Telur dan dagingnya punyai nilai gizi serta rasa yg lezat
- Bulunya menjadi bahan beragam kerajinan atau perlengkapan rumah tangga lainnya
- Kotorannya menjadi pupuk kandang ataupun kompos yang baik bisa digunakan jadi pupuk tanaman

5. Kriteria Lokasi
Area jauh dari keramaian dan pemukiman penduduk
area memiliki taktik transportasi, terutama arah sapronak dan jalur-jalur pemasaran
area terpilih bebas dari wabah penyakit
Bukan adalah daerah sering banjir
Merupakan daerah yg selamanya dapatkan sirkulasi udara yang baik.

6. Anjuran tehnik Budidaya
Penyiapan fasilitas serta perabotan

Perkandangan
Dalam metode perkandangan yg butuh diperhatikan ialah temperatur kandang yg baik atau normal berkisar 20-25 derajat C; kelembapan kandang sekitar 30-80%; penerangan kandang pada siang hari cukup 25-40 watt, sedang malam hari 40-60 watt (masalah ini laku untuk cuaca mendung/musim hujan). Tata letak kandang baiknya dirapikan agar cahaya matahari pagi dapat masuk dalam kandang. mode kandang puyuh ada 2 (dua) ragam yang biasa diaplikasikan yakni skema litter (lantai sekam) dan skema sangkar (batere). Ukuran kandang buat 1 m 2 dapat di isi 90-100 ekor anak puyuh, selanjuntnya menjadi 60 ekor untuk usia 10 hari hingga sampai terlepas masa anakan. Terakhir berubah menjadi 40 ekor/m 2 hingga sampai waktu bertelur. mengenai kandang yg biasa dipakai dalam budidaya burung puyuh merupakan:

Kandang untuk induk pembibitan
Kandang ini berpegaruh langsung terhadap produktifitas dan kekuatan mneghasilkan telur yang berkualitas. Besar atau ukuran kandang yg bakal dipakai mesti sesuai dengan jumlahnya puyuh yang dapat dipelihara. bagusnya satu ekor puyuh dewasamembutuhkan luas kandang 200 m2.

Kandang untuk induk petelur
Kandang ini berfungsi menjadi kandang buat induk pembibit. Kandang ini mempunyai bentuk, ukuran, serta kebutuhan peralatan yang sama. Kepadatan kandang semakin besar tetapi dapat pula sama.

Kandang untuk anak puyuh/usia stater(kandang indukan)
Kandang ini adalah kandang buat anak puyuh pada usia starter, yaitu mulai usia satu hari sampai dengan dua hingga sampai tiga minggu. Kandang ini berperan untuk mengontrol agar anak puyuh yang masih memerlukan pemanasan itu terus terlindung dan mendapatkan panas yang sesuai keperluan. Kandang ini perlu diperlengkapi alat pemanas. rata-rata ukuran yang sering dimanfaatkan adalah lebar 100 cm, panjang 100 cm, tinggi 40 cm, serta tinggi kaki 50 cm. (cukup menampung 90-100 ekor anak puyuh).

Kandang buat puyuh umur grower (3-6 minggu) dan layer (lebih dari 6 minggu)
Bentuk, ukuran atau peralatannya sama juga dengan kandang untuk induk petelur. Alas kandang biasanya berupa kawat ram.


Mode Kandang buat Layer
perabotan
Perlengkapan kandang berwujud tempat makan, tempat minum, tempat bertelur dan tempat obat-obatan.
Penyiapan Bibit.

Yang perlu jadi perhatian oleh peternak sebelum mengawali usahanya, merupakan mendalami 3 (tiga) unsur produksi usaha perternakan adalah bibit/pembibitan, pakan (ransum) dan pengurusan usaha peternakan.

Pemilihan bibit burung puyuh sesuai dengan tujuan pemeliharaan, ada 3 (tiga) macam tujuan pemeliharaan burung puyuh, yakni:

a. Untuk produksi telur mengonsumsi, diseleksi bibit puyuh model ketam betina yg sehat atau bebas dari kerier penyakit.
b. Untuk produksi daging puyuh, di pilih bibit puyuh jantan serta puyuh petelur afkiran.
c. Untuk pembibitan atau produksi telur tetas, diambil bibit puyuh betina yang baik produksi telurnya serta puyuh jantan yg sehat yang siap membuahi puyuh betina supaya bisa menjamin telur tetas yg baik.

Pemeliharaan
1) Sanitasi dan perbuatan Preventif
Untuk menjaga munculnya penyakit pada pemeliharaan puyuh kebersihan lingkungan kandang dan vaksinasi terhadap puyuh butuh dijalankan sedini
mungkin.

2) Pengontrolan Penyakit
Pengontrolan penyakit dilakukan setiap waktu serta jikalau ada tanda tanda yang kurang sehat pada puyuh harus segera dilakukan penyembuhan sesuai sama petunjuk dokter hewan atau dinas peternakan setempat atau panduan dari Poultry Shoup.

3) Pemberian Pakan
Ransum (pakan) yang dapat diberikan untuk puyuh terdiri dari beberapa bentuk, adalah: bentuk pallet, remah-remah serta tepung. lantaran puyuh yang menyukai usil memtuk temannya bakal mempunyai kegiatan dengan mematuk-matuk pakannya. Pemberian ransum puyuh anakan diberikan 2 (dua) kali sehari pagi dan siang. Sedangkan puyuh remaja/dewasa diberikan ransum cuma 1 kali satu hari yakni saat pagi hari. untuk pemberian minum pada anak puyuh pada bibitan terus-menerus.

4) Pemberian Vaksinasi serta Obat
Pada usia 4-7 hari puyuh di vaksinasi dengan dosis separo dari dosis untuk ayam. Vaksin dapat diberikan melalui tetes mata (intra okuler) atau air minum (peroral). Pemberian obat lekas dikerjakan apabila puyuh terlihat beberapa gejala sakit dengan minta perlindungan arahan dari PPL setempat atau dari toko peternakan (Poultry Shoup), yang berada di dekat Anda beternak puyuh.

7. Hama serta Penyakit
Radang usus (Quail enteritis)
Penyebab: bakteri anerobik yang membuat spora dan menyerang usus, hingga timbul pearadangan pada usus.
tanda-tanda: puyuh terlihat lesu, mata tertutup, bulu tampak kusam, kotoran berair dan punya kandungan asam urat.
Pengendalian: memperbaiki tata laksana pemeliharaan, serta memisashkan burung puyuh yang sehat dari yang telah terinfeksi.

Tetelo (NCD/New Casstle Diseae)
Tanda-tanda: puyuh sulit bernafas, batuk-batuk, bersin, timbul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, kadangkala berdarah, tinja encer kehijauan yg
spesifik ada tanda-tanda "tortikolis"yaitu kepala memutar-mutar tak menentu dan lumpuh.
Pengendalian:
mengontrol kebersihan lingkungan serta perabotan yg tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yang mati selekasnya dibakar/dibuang;
pisahkan ayam yang sakit, menahan tamu masuk lahan peternakan tanpa pakaian yang mensucihamakan/ steril dan kerjakan vaksinasi NCD. sampai saat ini belumlah ada obatnya.

Berak putih / Kapur (Pullorum)
Yang memicu: Kuman Salmonella pullorum dan merupakan penyakit menyerang.
Gejala: kotoran berwarna putih, nafsu makan hilang, sesak nafas, bulu-bulu mengerut serta sayap lemah menggantung.
Pengendalian: sama seperti pengendalian penyakit tetelo.

Berak darah (Coccidiosis)
Gejala: tinja berdarah serta mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam menggigil kedinginan.
Pengendalian:
menjaga kebersihan lingkungaan, menjaga litter tetap kering;
dengan Tetra Chloine Capsule dikasihkan melalui mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dilarutkan dalam air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox

Cacar Unggas (Fowl Pox)
Pemicu: Poxvirus, menyerang bangsa unggas dari semua usia dan tipe kelamin.
Gejala: imbulnya keropeng-keropeng pada kulit yg tdk berbulu, seperti pial, kaki, mulut serta farink yang jika dilepaskan bakal mengeluarkan darah.
Pengendalian: vaksin dipteria dan mengisolasi kandang atau puyuh yang terinfksi.

Quail Bronchitis
Yang menimbulkan: Quail bronchitis virus (adenovirus) yg punya sifat sangat menyerang.
tanda-tanda: puyuh terlihat lesu, bulu kusam, gemetar, sukar bernafas, batuk serta bersi, mata serta hidung terkadang mengeluarkan lendir serta kadangkala kepala serta leher rada terpuntir.
Pengendalian: pemberian pakan yang bergizi dengan sanitasi yang cukup.

Aspergillosis
Penyebab: cendawan Aspergillus fumigatus.
tanda-tanda: Puyuh mengalami problem pernafasan, mata terbentuk susunan putih menyerupai keju, mengantuk, nafsu makan menyusut.
Pengendalian: memperbaiki sanitasi kandang serta lingkungan seputarnya.

Cacingan
Yang memicu: sanitasi yg jelek.
Tanda-tanda: puyuh tampak kurus, lesu dan lemah.
Pengendalian: mengawasi kebersihan kandang serta pemberian pakan yang terjaga kebersihannya.

8. Panen
Hasil pokok
Pada upaya pemeliharaan puyuh petelur, yang menjadi hasil utamanya adalah produksi telurnya yang dipanen tiap-tiap hari disaat masa produksi berlangsung.
Hasil Tambahan

Dan yang disebut hasil penambahan diantaranya berwujud daging afkiran, tinja serta bulu puyuh.

9. Saat Panen ...

10. Analisis Ekonomi Budidaya

penelitian Usaha Budidaya

Investasi
kandang ukuran 9 x 0,6 x 1,9 m (1 jalur + tempat makan dan minum) Rp. 2.320.000,-
kandang besar Rp. 1.450.000,-
Biaya pemeliharaan (buat usia 0-2 bulan)
ay Old Quail (DOQ) x Rp 798 (Harga DOQ) Rp. 1.596.000,-
Obat (Vitamin + Vaksin) Rp. 145.000,-
Pakan (saat 60 hari) Rp. 2.981.200,-
Jumlah cost produksi Rp. 4.722.200,-
situasi puyuh:
Jumlah anak 2000 ekor (jantan serta betina)
kemungkinan mati 5%, sisa 1900
Resiko kelamin 15% jantan, 85% betina (285 jantan, 1615 betina)
sesudah 2 bulan harga puyuh bibit Rp 3.625,- betina serta Rp 725 jantan
Penjualan puyuh bibit usia 2 bulan Rp. 4.408.000,-Minus Rp. -314.200,-
ongkos pemeliharaan (0-4 bulan)
200 DOQ x Rp 798,- Rp. 159.600,-
Obat (vitamin serta Vaksinasi) Rp. 290.000,-
Pakan (s/d umur 3 minggu) Rp. 2.459.925,-
Pakan (s/d minggu ke 4) betina 1615 ekor serta 71 ekor jantan (25% jantan layak bibit) Rp. 5.264.051,-
jumlahnya cost produksi Rp. 8.173.576,-
kondisi puyuh:
Mulai umur 1,5 bulan puyuh bertelur tiap-tiap hari rata-rata 85%, jumlahnya telur 1373 butir
Hasil telur 75 hari x 1373 x Rp 75,- Rp. 7.723.125,-
Puyuh betina bibit 1615 ekor @ Rp 3.625,- Rp. 5.854.375,-
Puyuh jantan bibit 75 ekor @ Rp 798,- Rp. 59.850,-
Puyuh jantan afkiran 214 ekor @ Rp 725,- Rp. 155.150,-
Keuntungan dari hasil penjualan Rp. 5.618.924,-
ongkos pemeliharaan (hingga usia 8 bulan)
ongkos buat usia 4-8 bulan Rp. 1.625.137,-

Pendapatan
Hasil telur (0,5 bulan) 195 x 1373 x Rp 75,- Rp. 20.080.125,-
Hasil puyuh afkir 1615 ekor @ Rp 798,- Rp. 1.288.770,-
Hasil jantan afkir 71 ekor @ Rp 725,- Rp. 51.475,-
Hasil jantan afkir (2 bln) 214 ekor @ Rp 725,- Rp. 155.150,-
Keuntungan beternak puyuh petelur dan afkiran jual Rp. 10.950.113,-

Jadi peternak lebih banyak menjumlah keuntungan apabila beternak puyuh petelur, baru kemudian puyuh afkirannya di jual dibanding jual puyuh bibit. analisis usaha dihitung berdasar pada harga-harga yang berlaku pada tahun 1999
Bibit Puyuh Petelur Jogja




Bibit Puyuh Petelur Jogja


Jl. Dr. Moh. Hatta No.4, Kota Blitar, Jawa Timur


082136783880

Bibit Puyuh Petelur Jogja

Bibit Puyuh Petelur Jogja

Harga Bibit Puyuh Umur 1 Minggu

Harga Bibit Puyuh Umur 1 Minggu


Harga Bibit Puyuh Umur 1 Minggu - Informasi Lebih lanjut Telp 082136783880 Jual Bibit Puyuh Berkualitas. Seluruh wilayah jawa bisa kirim langsung sampai kandang bayar setelah sampai. Luar jawa kirim via cargo pesawat.

Berikut ini merupakan serba-serbi budidaya burung puyuh di mulai dengan histori singkat burung puyuh, sentra budidaya burung puyuh, beberapa jenis burung puyuh, faedah burung puyuh, beberapa syarat tempat budidaya burung puyuh, patokan tekhnis budidaya burung puyuh, hama serta penyakit burung puyuh dan lain-lain.

1. Peristiwa Singkat
Puyuh merupakan jenis burung yang tidak bisa terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek dan bisa diadu. Burung puyuh dimaksud juga Gemak (Bhs. Jawa-Indonesia). Bahasa asingnya disebut "Quail", adalah bangsa burung (liar) yg pertama kali diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870. Dan terus di kembangkan ke belahan dunia. dan di Indonesia puyuh mulai diketahui, serta diternak semenjak akhir tahun 1979. sekarang mulai bermunculan di kandang-kandang ternak yang berada di Indonesia.



Harga Bibit Puyuh Umur 1 Minggu


Jl. Dr. Moh. Hatta No.4, Kota Blitar, Jawa Timur


082136783880
q

Harga Bibit Puyuh Umur 1 Minggu

Harga Bibit Puyuh Umur 1 Minggu


2. Utama Peternakan
Utama Peternakan burung puyuh banyak terdapat di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah

3. Type
Kelas : Aves (Bangsa Burung)
Ordo : Galiformes
Sub Ordo : Phasianoidae
Famili : Phasianidae
Sub Famili : Phasianinae
Genus : Coturnix
Species : Coturnix-coturnix Japonica

4. Fungsi
- Telur dan dagingnya punyai nilai gizi serta rasa yang lezat
- Bulunya sebagai bahan aneka kerajinan atau piranti rumah tangga yang lain
- Kotorannya menjadi pupuk kandang atau kompos yg baik bisa diperlukan sebagai pupuk tanaman

5. Beberapa syarat Lokasi
Tempat jauh dari keramaian dan pemukiman masyarakat
tempat mempunyai siasat transportasi, terutama arah sapronak dan jalur-jalur pemasaran
Lokasi dipilih bebas dari wabah penyakit
Bukan merupakan daerah kerap banjir
adalah daerah yg selamanya memperoleh rotasi hawa yg baik.

6. Arahan tehnik Budidaya
Penyiapan Sarana dan perabotan

Perkandangan
Dalam skema perkandangan yang perlu diperhatikan merupakan temperatur kandang yang baik atau normal kira-kira 20-25 derajat C; kelembapan kandang kira-kira 30-80%; penerangan kandang pada siang hari cukup 25-40 watt, dan malam hari 40-60 watt (soal ini berlaku untuk cuaca mendung/musim hujan). Tata letak kandang seharusnya dirapikan supaya cahaya matahari pagi dapat masuk ke dalam kandang. mode kandang puyuh ada 2 (dua) jenis yang biasa diaplikasikan yaitu sistem litter (lantai sekam) dan metode sangkar (batere). Ukuran kandang untuk 1 m 2 bisa di isi 90-100 ekor anak puyuh, selanjuntnya jadi 60 ekor untuk umur 10 hari hingga sampai lepas jaman anakan. paling akhir jadi 40 ekor/m 2 hingga saat bertelur. mengenai kandang yang biasa dipakai dalam budidaya burung puyuh adalah:

Kandang untuk induk pembibitan
Kandang ini berpegaruh langsung pada produktifitas dan kapabilitas mneghasilkan telur yg berkualitas. Besar atau ukuran kandang yang bakal dipakai harus sesuai dengan jumlah puyuh yang bakal dipelihara. Idealnya satu ekor puyuh dewasamembutuhkan luas kandang 200 m2.

Kandang untuk induk petelur
Kandang ini berfungsi sebagai kandang buat induk pembibit. Kandang ini memiliki bentuk, ukuran, serta kebutuhan peralatan yg sama. Kepadatan kandang lebih besar tetapi dapat juga sama.

Kandang untuk anak puyuh/umur stater(kandang indukan)
Kandang ini adalah kandang bagi anak puyuh pada usia starter, yakni mulai usia 1 hari sampai dengan dua sampai tiga minggu. Kandang ini berfungsi untuk menjaga biar anak puyuh yg masihlah butuh pemanasan itu masih terlindung serta mendapatkan panas yang sesuai dengan keperluan. Kandang ini perlu diperlengkapi alat pemanas. umumnya ukuran yg sering digunakan adalah lebar 100 cm, panjang 100 cm, tinggi 40 cm, dan tinggi kaki 50 cm. (cukup memuat 90-100 ekor anak puyuh).

Kandang untuk puyuh umur grower (3-6 minggu) serta layer (lebih dari 6 minggu)
Bentuk, ukuran atau peralatannya sama juga dengan kandang buat induk petelur. Alas kandang kebanyakan berupa kawat ram.


Model Kandang untuk Layer
perabotan
peralatan kandang berupa tempat makan, tempat minum, tempat bertelur dan tempat obat-obatan.
Penyiapan Bibit.

Yang perlu jadi perhatian oleh peternak sebelum memulai upayanya, merupakan menyadari 3 (tiga) unsur produksi usaha perternakan ialah bibit/pembibitan, pakan (ransum) serta pengaturan usaha peternakan.

Penentuan bibit burung puyuh disesuaikan dengan maksud pemeliharaan, ada 3 (tiga) macam tujuan pemeliharaan burung puyuh, yakni:

a. Untuk produksi telur mengonsumsi, dipilih bibit puyuh style ketam betina yang sehat atau bebas dari kerier penyakit.
b. Untuk produksi daging puyuh, dipilih bibit puyuh jantan serta puyuh petelur afkiran.
c. Untuk pembibitan atau produksi telur tetas, diseleksi bibit puyuh betina yang baik produksi telurnya serta puyuh jantan yang sehat yg siap membuahi puyuh betina agar bisa menjamin telur tetas yg baik.

Pemeliharaan
1) Sanitasi serta perbuatan Preventif
Untuk mengontrol timbulnya penyakit pada pemeliharaan puyuh kebersihan lingkungan kandang dan vaksinasi terhadap puyuh butuh dijalankan sedini
mungkin.

2) Pengontrolan Penyakit
Pengontrolan penyakit dikerjakan sewaktu-waktu dan kalau ada tanda tanda yang kurang sehat pada puyuh harus segera dikerjakan pengobatan sesuai dengan petunjuk dokter hewan atau dinas peternakan setempat atau saran dari Poultry Shoup.

3) Pemberian Pakan
Ransum (pakan) yang dapat diberikan buat puyuh terbagi dalam beberapa bentuk, yakni: bentuk pallet, remah-remah serta tepung. Karena puyuh penyuka usil memtuk temannya akan punyai aktivitas dengan mematuk-matuk pakannya. Pemberian ransum puyuh anakan dikasihkan 2 (dua) kali sehari pagi dan siang. Sedangkan puyuh remaja/dewasa dikasihkan ransum cuma 1x satu hari adalah di pagi hari. buat pemberian minum pada anak puyuh pada bibitan terus-menerus.

4) Pemberian Vaksinasi dan Obat
Pada usia 4-7 hari puyuh di vaksinasi dengan dosis separo dari dosis untuk ayam. Vaksin dapat diberikan lewat tetes mata (intra okuler) atau air minum (peroral). Pemberian obat lekas dikerjakan bila puyuh terlihat beberapa gejala sakit dengan memohon pemberian wejangan dari PPL setempat ataupun dari toko peternakan (Poultry Shoup), yg ada di dekat Anda beternak puyuh.

7. Hama serta Penyakit
Radang usus (Quail enteritis)
Penyebab: bakteri anerobik yg membentuk spora serta menyerang usus, hingga timbul pearadangan pada usus.
Gejala: puyuh tampak lesu, mata tertutup, bulu kelihatan kusam, kotoran berair serta memiliki kandungan asam urat.
Pengendalian: melakukan perbaikan tata laksana pemeliharaan, dan memisashkan burung puyuh yg sehat dari yang telah terinfeksi.

Tetelo (NCD/New Casstle Diseae)
Gejala: puyuh susah bernafas, batuk-batuk, bersin, timbul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, kadang-kadang berdarah, tinja encer kehijauan yg
spesifik tersedianya gejala "tortikolis"yaitu kepala memutar-mutar tidak menentu dan lumpuh.
Pengendalian:
mengontrol kebersihan lingkungan serta perlengkapan yg tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yg mati selekasnya dibakar/dibuang;
pisahkan ayam yang sakit, menghambat tamu masuk lahan peternakan tanpa busana yang mensucihamakan/ steril dan lakukan vaksinasi NCD. hingga saat ini belumlah ada obatnya.

Berak putih / Kapur (Pullorum)
Yang menimbulkan: Kuman Salmonella pullorum dan merupakan penyakit menular.
Gejala: kotoran berwarna putih, nafsu makan hilang, sesak nafas, bulu-bulu mengerut dan sayap lemah menggantung.
Pengendalian: sama seperti pengendalian penyakit tetelo.

Berak darah (Coccidiosis)
Gejala: tinja berdarah serta mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam menggigil kedinginan.
Pengendalian:
mengawasi kebersihan lingkungaan, menjaga litter terus kering;
dengan Tetra Chloine Capsule dikasihkan melalui mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dicampurkan dalam air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox

Cacar Unggas (Fowl Pox)
Yang memicu: Poxvirus, menyerang bangsa unggas dari semua usia serta style kelamin.
Gejala: imbulnya keropeng-keropeng pada kulit yang tdk berbulu, seperti pial, kaki, mulut serta farink yang jikalau dilepaskan bakal mengeluarkan darah.
Pengendalian: vaksin dipteria serta mengisolasi kandang atau puyuh yang terinfksi.

Quail Bronchitis
Yang menimbulkan: Quail bronchitis virus (adenovirus) yang miliki sifat begitu menyerang.
tanda-tanda: puyuh kelihatan lesu, bulu kusam, gemetar, sulit bernafas, batuk dan bersi, mata serta hidung kadang-kadang mengeluarkan lendir serta kadang waktu kepala serta leher rada terpuntir.
Pengendalian: pemberian pakan yang bergizi dengan sanitasi yang cukup.

Aspergillosis
Yang menimbulkan: cendawan Aspergillus fumigatus.
tanda-tanda: Puyuh alami masalah pernapasan, mata terbentuk lapisan putih serupa keju, mengantuk, nafsu makan berkurang.
Pengendalian: melakukan perbaikan sanitasi kandang serta lingkungan seputarnya.

Cacingan
Yang memicu: sanitasi yg jelek.
Gejala: puyuh tampak kurus, lesu serta lemah.
Pengendalian: mengontrol kebersihan kandang dan pemberian pakan yang terjaga kebersihannya.

8. Panen
Hasil penting
Pada usaha pemeliharaan puyuh petelur, yang menjadi hasil pentingnya adalah produksi telurnya yg dipanen setiap hari selama masa produksi berlangsung.
Hasil penambahan

Sedang yang merupakan hasil tambahan salah satunya berwujud daging afkiran, tinja serta bulu puyuh.

9. Pasca Panen ...

10. Analisis Ekonomi Budidaya

riset upaya Budidaya

Investasi
kandang ukuran 9 x 0,6 x 1,9 m (1 jalur + tempat minum serta makan) Rp. 2.320.000,-
kandang besar Rp. 1.450.000,-
cost pemeliharaan (buat umur 0-2 bulan)
ay Old Quail (DOQ) x Rp 798 (Harga DOQ) Rp. 1.596.000,-
Obat (Vitamin + Vaksin) Rp. 145.000,-
Pakan (sepanjang 60 hari) Rp. 2.981.200,-
jumlahnya cost produksi Rp. 4.722.200,-
Keadaan puyuh:
Jumlah anak 2000 ekor (jantan dan betina)
Resiko mati 5%, sisa 1900
dampak kelamin 15% jantan, 85% betina (285 jantan, 1615 betina)
sesudah 2 bulan harga puyuh bibit Rp 3.625,- betina serta Rp 725 jantan
Penjualan puyuh bibit umur 2 bulan Rp. 4.408.000,-Minus Rp. -314.200,-
cost pemeliharaan (0-4 bulan)
200 DOQ x Rp 798,- Rp. 159.600,-
Obat (vitamin dan Vaksinasi) Rp. 290.000,-
Pakan (sampai dengan usia 3 minggu) Rp. 2.459.925,-
Pakan (s/d minggu ke 4) betina 1615 ekor serta 71 ekor jantan (25% jantan wajar bibit) Rp. 5.264.051,-
banyaknya ongkos produksi Rp. 8.173.576,-
Keadaan puyuh:
Mulai usia 1,5 bulan puyuh bertelur tiap-tiap hari rata-rata 85%, jumlah telur 1373 butir
Hasil telur 75 hari x 1373 x Rp 75,- Rp. 7.723.125,-
Puyuh betina bibit 1615 ekor @ Rp 3.625,- Rp. 5.854.375,-
Puyuh jantan bibit 75 ekor @ Rp 798,- Rp. 59.850,-
Puyuh jantan afkiran 214 ekor @ Rp 725,- Rp. 155.150,-
Keuntungan hasil dari penjualan Rp. 5.618.924,-
Biaya pemeliharaan (sampai usia 8 bulan)
ongkos buat umur 4-8 bulan Rp. 1.625.137,-

penerimaan
Hasil telur (0,5 bulan) 195 x 1373 x Rp 75,- Rp. 20.080.125,-
Hasil puyuh afkir 1615 ekor @ Rp 798,- Rp. 1.288.770,-
Hasil jantan afkir 71 ekor @ Rp 725,- Rp. 51.475,-
Hasil jantan afkir (2 bln) 214 ekor @ Rp 725,- Rp. 155.150,-
Keuntungan beternak puyuh petelur serta afkiran jual Rp. 10.950.113,-

Jadi peternak semakin banyak menjumlah keuntungan jika beternak puyuh petelur, baru kemudian puyuh afkirannya dipasarkan daripada menjual puyuh bibit. pengamatan upaya dihitung berdasar pada harga-harga yang berlaku pada tahun 1999
Harga Bibit Puyuh Umur 1 Minggu




Harga Bibit Puyuh Umur 1 Minggu


Jl. Dr. Moh. Hatta No.4, Kota Blitar, Jawa Timur


082136783880

Harga Bibit Puyuh Umur 1 Minggu

Harga Bibit Puyuh Umur 1 Minggu

Selasa, 21 Mei 2019

Gambar Bibit Burung Puyuh

Gambar Bibit Burung Puyuh


Gambar Bibit Burung Puyuh - Butuh Info? Telp 082136783880 Jual Bibit Puyuh Berkualitas. Seluruh wilayah jawa bisa kirim langsung sampai kandang bayar setelah sampai. Luar jawa kirim via cargo pesawat.

Dibawah ini ialah serba-serbi budidaya burung puyuh dimulai dengan riwayat singkat burung puyuh, sentral budidaya burung puyuh, beberapa jenis burung puyuh, fungsi burung puyuh, beberapa syarat lokasi budidaya burung puyuh, pedoman tehnis budidaya burung puyuh, hama dan penyakit burung puyuh dll.

1. Riwayat Singkat
Puyuh merupakan model burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek dan bisa diadu. Burung puyuh dimaksud ikut Gemak (Bhs. Jawa-Indonesia). Bahasa asingnya dimaksud "Quail", adalah bangsa burung (liar) yg pertama diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870. serta selalu di kembangkan ke penjuru dunia. sedang di Indonesia puyuh mulai diketahui, serta diternak semenjak akhir tahun 1979. sekarang mulai bermunculan di kandang-kandang ternak yg ada pada Indonesia.



Gambar Bibit Burung Puyuh


Jl. Dr. Moh. Hatta No.4, Kota Blitar, Jawa Timur


082136783880
q

Gambar Bibit Burung Puyuh

Gambar Bibit Burung Puyuh


2. Sentra Peternakan
Sentral Peternakan burung puyuh terdapat banyak di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur serta Jawa Tengah

3. Jenis
Kelas : Aves (Bangsa Burung)
Ordo : Galiformes
Sub Ordo : Phasianoidae
Famili : Phasianidae
Sub Famili : Phasianinae
Genus : Coturnix
Species : Coturnix-coturnix Japonica

4. Fungsi
- Telur serta dagingnya punya nilai gizi dan perasaan yang lezat
- Bulunya sebagai bahan beragam kerajinan atau perlengkapan rumah tangga lainnya
- Kotorannya sebagai pupuk kandang atau kompos yang baik dapat diperlukan sebagai pupuk tanaman

5. Persyaratan tempat
Area jauh dari keramaian dan pemukiman penduduk
tempat mempunyai taktik transportasi, terpenting arah sapronak serta jalur-jalur pemasaran
tempat dipilih bebas dari wabah penyakit
Bukan merupakan daerah sering banjir
adalah daerah yg tetap mendapat perputaran hawa yang baik.

6. Patokan Teknik Budidaya
Penyiapan Sarana serta perabotan

Perkandangan
Dalam skema perkandangan yg perlu jadi perhatian merupakan temperatur kandang yang baik atau normal berkisar 20-25 derajat C; kelembapan kandang berkisar 30-80%; penerangan kandang pada siang hari cukup 25-40 watt, dan malam hari 40-60 watt (soal ini laku untuk cuaca mendung/musim hujan). Tata letak kandang sebaiknya ditata supaya sinar matahari pagi dapat masuk ke dalam kandang. Model kandang puyuh ada 2 (dua) jenis yang biasa ditempatkan yaitu skema litter (lantai sekam) serta metode sangkar (batere). Ukuran kandang untuk 1 m 2 dapat diisi 90-100 ekor anak puyuh, selanjuntnya berubah menjadi 60 ekor buat usia 10 hari hingga lepas jaman anakan. paling akhir berubah menjadi 40 ekor/m 2 hingga waktu bertelur. mengenai kandang yg biasa diperlukan dalam budidaya burung puyuh yaitu:

Kandang buat induk pembibitan
Kandang ini berpegaruh langsung pada produktifitas dan kekuatan mneghasilkan telur yg memiliki kualitas. Besar atau ukuran kandang yang akan digunakan mesti sesuai banyaknya puyuh yg dapat dijaga. bagusnya satu ekor puyuh dewasamembutuhkan luas kandang 200 m2.

Kandang untuk induk petelur
Kandang ini berperan sebagai kandang buat induk pembibit. Kandang ini memiliki bentuk, ukuran, serta kebutuhan peralatan yang sama. Kepadatan kandang lebih besar tetapi bisa juga sama.

Kandang buat anak puyuh/usia stater(kandang indukan)
Kandang ini merupakan kandang bagi anak puyuh pada usia starter, yaitu mulai usia 1 hari s/d dua hingga sampai tiga minggu. Kandang ini berfungsi buat mengawasi biar anak puyuh yg masih membutuhkan pemanasan itu terus terlindung serta mendapatkan panas yang sesuai sama keperluan. Kandang ini perlu diperlengkapi alat pemanas. rata-rata ukuran yang sering diperlukan ialah lebar 100 cm, panjang 100 cm, tinggi 40 cm, dan tinggi kaki 50 cm. (cukup berisi 90-100 ekor anak puyuh).

Kandang untuk puyuh umur grower (3-6 minggu) dan layer (lebih dari 6 minggu)
Bentuk, ukuran atau peralatannya sama seperti kandang buat induk petelur. Alas kandang umumnya berupa kawat ram.


Mode Kandang untuk Layer
Peralatan
Perlengkapan kandang berupa tempat makan, tempat minum, tempat bertelur dan tempat obat-obatan.
Penyiapan Bibit.

Yang perlu diperhatikan oleh peternak sebelum mengawali upayanya, ialah memahami 3 (tiga) unsur produksi upaya perternakan yakni bibit/pembibitan, pakan (ransum) dan pengelolaan usaha peternakan.

Penentuan bibit burung puyuh disesuaikan dengan arah pemeliharaan, ada 3 (tiga) macam maksud pemeliharaan burung puyuh, yakni:

a. Untuk produksi telur mengkonsumsi, diseleksi bibit puyuh tipe ketam betina yang sehat atau bebas dari kerier penyakit.
b. Untuk produksi daging puyuh, diseleksi bibit puyuh jantan dan puyuh petelur afkiran.
c. Buat pembibitan atau produksi telur tetas, di ambil bibit puyuh betina yg baik produksi telurnya serta puyuh jantan yang sehat yang siap membuahi puyuh betina supaya dapat jamin telur tetas yang baik.

Pemeliharaan
1) Sanitasi serta Tindakan Preventif
Untuk mengawasi timbulnya penyakit pada pemeliharaan puyuh kebersihan lingkungan kandang dan vaksinasi terhadap puyuh perlu dijalankan sedini
mungkin.

2) Pengontrolan Penyakit
Pengontrolan penyakit dijalankan kapan saja serta jika ada tanda-tanda yang kurang sehat pada puyuh mesti segera dijalankan penyembuhan sesuai arahan dokter hewan atau dinas peternakan ditempat atau anjuran dari Poultry Shoup.

3) Pemberian Pakan
Ransum (pakan) yang bisa dikasihkan untuk puyuh terdiri dari sejumlah bentuk, adalah: bentuk pallet, remah-remah serta tepung. lantaran puyuh yg menyukai usil memtuk temannya akan punya kegiatan dengan mematuk-matuk pakannya. Pemberian ransum puyuh anakan dikasihkan 2 (dua) kali satu hari pagi serta siang. sedang puyuh remaja/dewasa dikasihkan ransum cuma 1 kali satu hari adalah pada pagi hari. untuk pemberian minum pada anak puyuh pada bibitan terus-menerus.

4) Pemberian Vaksinasi dan Obat
Pada usia 4-7 hari puyuh di vaksinasi dengan dosis separo dari dosis untuk ayam. Vaksin bisa dikasihkan melalui tetes mata (intra okuler) atau air minum (peroral). Pemberian obat lekas dilakukan bila puyuh nampak beberapa gejala sakit dengan meminta pertolongan anjuran dari PPL setempat maupun dari toko peternakan (Poultry Shoup), yg berada pada dekat Anda beternak puyuh.

7. Hama dan Penyakit
Radang usus (Quail enteritis)
Pemicu: bakteri anerobik yang membentuk spora dan menyerang usus, hingga timbul pearadangan pada usus.
Gejala: puyuh nampak lesu, mata tertutup, bulu kelihatan kusam, kotoran berair serta memiliki kandungan asam urat.
Pengendalian: memperbaiki tata laksana pemeliharaan, serta memisashkan burung puyuh yang sehat dari yang sudah terinfeksi.

Tetelo (NCD/New Casstle Diseae)
Tanda-tanda: puyuh sukar bernafas, batuk-batuk, bersin, timbul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, kadang-kadang berdarah, tinja encer kehijauan yg
spesifik terdapatnya tanda-tanda "tortikolis"yaitu kepala memutar-mutar tak menentu serta lumpuh.
Pengendalian:
mengontrol kebersihan lingkungan dan perabotan yg tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yg mati lekas dibakar/dibuang;
pisahkan ayam yang sakit, menghambat tamu masuk area peternakan tanpa busana yang mensucihamakan/ steril dan kerjakan vaksinasi NCD. hingga saat ini belum ada obatnya.

Berak putih / Kapur (Pullorum)
Pemicu: Kuman Salmonella pullorum serta adalah penyakit menyebar.
Gejala: kotoran berwarna putih, nafsu makan hilang, sesak nafas, bulu-bulu mengerut dan sayap lemah menggantung.
Pengendalian: sama juga dengan pengendalian penyakit tetelo.

Berak darah (Coccidiosis)
Tanda-tanda: tinja berdarah serta mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam menggigil kedinginan.
Pengendalian:
mengawasi kebersihan lingkungaan, mengontrol litter tetap kering;
dengan Tetra Chloine Capsule diberikan lewat mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dicampurkan di air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox

Cacar Unggas (Fowl Pox)
Yang memicu: Poxvirus, menyerang bangsa unggas dari semua umur dan model kelamin.
tanda-tanda: imbulnya keropeng-keropeng pada kulit yang tidak berbulu, seperti pial, kaki, mulut dan farink yang jika dilepaskan akan mengeluarkan darah.
Pengendalian: vaksin dipteria serta mengisolasi kandang atau puyuh yg terinfksi.

Quail Bronchitis
Yang memicu: Quail bronchitis virus (adenovirus) yang berwujud sangatlah menular.
Gejala: puyuh nampak lesu, bulu kusam, gemetar, susah bernafas, batuk dan bersi, mata serta hidung terkadang mengeluarkan lendir dan terkadang kepala dan leher rada terpuntir.
Pengendalian: pemberian pakan yang bergizi dengan sanitasi yang layak.

Aspergillosis
Yang memicu: cendawan Aspergillus fumigatus.
tanda-tanda: Puyuh alami masalah pernafasan, mata terjadi susunan putih serupa keju, mengantuk, nafsu makan menyusut.
Pengendalian: melakukan perbaikan sanitasi kandang serta lingkungan sekitarnya.

Cacingan
Yang memicu: sanitasi yg jelek.
Tanda-tanda: puyuh terlihat kurus, lesu serta lemah.
Pengendalian: menjaga kebersihan kandang serta pemberian pakan yg terjaga kebersihannya.

8. Panen
Hasil pokok
Pada usaha pemeliharaan puyuh petelur, sebagai hasil utamanya adalah produksi telurnya yg dipanen sehari-hari diwaktu masa produksi berlangsung.
Hasil Tambahan

Sedangkan sebagai hasil penambahan antara lain berupa daging afkiran, tinja dan bulu puyuh.

9. Pasca Panen ...

10. Riset Ekonomi Budidaya

analisa usaha Budidaya

Investasi
kandang ukuran 9 x 0,6 x 1,9 m (1 arah + tempat makan dan minum) Rp. 2.320.000,-
kandang besar Rp. 1.450.000,-
ongkos pemeliharaan (buat umur 0-2 bulan)
ay Old Quail (DOQ) x Rp 798 (Harga DOQ) Rp. 1.596.000,-
Obat (Vitamin + Vaksin) Rp. 145.000,-
Pakan (sepanjang 60 hari) Rp. 2.981.200,-
Jumlah ongkos produksi Rp. 4.722.200,-
situasi puyuh:
Jumlah anak 2000 ekor (jantan serta betina)
efek mati 5%, bekas 1900
Resiko kelamin 15% jantan, 85% betina (285 jantan, 1615 betina)
Setelah 2 bulan harga puyuh bibit Rp 3.625,- betina serta Rp 725 jantan
Penjualan puyuh bibit umur 2 bulan Rp. 4.408.000,-Minus Rp. -314.200,-
ongkos pemeliharaan (0-4 bulan)
200 DOQ x Rp 798,- Rp. 159.600,-
Obat (vitamin serta Vaksinasi) Rp. 290.000,-
Pakan (sampai dengan usia 3 minggu) Rp. 2.459.925,-
Pakan (s/d minggu ke 4) betina 1615 ekor dan 71 ekor jantan (25% jantan wajar bibit) Rp. 5.264.051,-
Jumlah biaya produksi Rp. 8.173.576,-
kondisi puyuh:
Mulai usia 1,5 bulan puyuh bertelur setiap hari rata-rata 85%, banyaknya telur 1373 butir
Hasil telur 75 hari x 1373 x Rp 75,- Rp. 7.723.125,-
Puyuh betina bibit 1615 ekor @ Rp 3.625,- Rp. 5.854.375,-
Puyuh jantan bibit 75 ekor @ Rp 798,- Rp. 59.850,-
Puyuh jantan afkiran 214 ekor @ Rp 725,- Rp. 155.150,-
Keuntungan hasil dari penjualan Rp. 5.618.924,-
ongkos pemeliharaan (hingga sampai umur 8 bulan)
cost untuk usia 4-8 bulan Rp. 1.625.137,-

penghasilan
Hasil telur (0,5 bulan) 195 x 1373 x Rp 75,- Rp. 20.080.125,-
Hasil puyuh afkir 1615 ekor @ Rp 798,- Rp. 1.288.770,-
Hasil jantan afkir 71 ekor @ Rp 725,- Rp. 51.475,-
Hasil jantan afkir (2 bln) 214 ekor @ Rp 725,- Rp. 155.150,-
Keuntungan beternak puyuh petelur dan afkiran jual Rp. 10.950.113,-

Jadi peternak lebih banyak menjumlah keuntungan apabila beternak puyuh petelur, baru lantas puyuh afkirannya di jual daripada menjual puyuh bibit. kajian upaya dihitung menurut harga-harga yang laku pada tahun 1999
Gambar Bibit Burung Puyuh




Gambar Bibit Burung Puyuh


Jl. Dr. Moh. Hatta No.4, Kota Blitar, Jawa Timur


082136783880

Gambar Bibit Burung Puyuh

Gambar Bibit Burung Puyuh

Senin, 20 Mei 2019

Bibit Puyuh Yogyakarta

Bibit Puyuh Yogyakarta


Bibit Puyuh Yogyakarta - Hubungi CS kami Telp 082136783880 Jual Bibit Puyuh Berkualitas. Seluruh wilayah jawa bisa kirim langsung sampai kandang bayar setelah sampai. Luar jawa kirim via cargo pesawat.

Dibawah ini yaitu serba-serbi budidaya burung puyuh dimulai dengan riwayat singkat burung puyuh, sentra budidaya burung puyuh, jenis-jenis burung puyuh, fungsi burung puyuh, syarat-syarat area budidaya burung puyuh, pedoman tehnis budidaya burung puyuh, hama serta penyakit burung puyuh dan seterusnya.

1. Sejarah Singkat
Puyuh adalah jenis burung yang tidak bisa terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek serta dapat diadu. Burung puyuh dimaksud pun Gemak (Bhs. Jawa-Indonesia). Bahasa asingnya dimaksud "Quail", adalah bangsa burung (liar) yang kali pertama diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870. serta senantiasa di kembangkan ke belahan dunia. dan di Indonesia puyuh mulai dikenal, dan diternak sejak akhir tahun 1979. Kini mulai banyak muncul di kandang-kandang ternak yg ada pada Indonesia.



Bibit Puyuh Yogyakarta


Jl. Dr. Moh. Hatta No.4, Kota Blitar, Jawa Timur


082136783880
q

Bibit Puyuh Yogyakarta

Bibit Puyuh Yogyakarta


2. Sentra Peternakan
Kunci Peternakan burung puyuh banyak terdapat di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah

3. Model
Kelas : Aves (Bangsa Burung)
Ordo : Galiformes
Sub Ordo : Phasianoidae
Famili : Phasianidae
Sub Famili : Phasianinae
Genus : Coturnix
Species : Coturnix-coturnix Japonica

4. Fungsi
- Telur serta dagingnya punya nilai gizi dan rasa yg lezat
- Bulunya jadi bahan beragam kerajinan atau perlengkapan rumah tangga lainnya
- Kotorannya sebagai pupuk kandang atau kompos yg baik bisa diperlukan menjadi pupuk tanaman

5. Kriteria area
Area jauh dari keramaian serta pemukiman masyarakat
tempat punya taktik transportasi, khususnya arah sapronak dan jalur-jalur pemasaran
area terpilih bebas dari wabah penyakit
Bukan adalah daerah seringkali banjir
adalah daerah yang selamanya memperoleh aliran udara yang baik.

6. Arahan tehnik Budidaya
Penyiapan Sarana dan perlengkapan

Perkandangan
Dalam sistem perkandangan yang butuh diperhatikan ialah temperatur kandang yang baik atau normal kira-kira 20-25 derajat C; kelembapan kandang kira-kira 30-80%; penerangan kandang pada siang hari cukuplah 25-40 watt, sedangkan malam hari 40-60 watt (hal ini berlaku untuk cuaca mendung/musim hujan). Tata letak kandang baiknya diatur biar cahaya matahari pagi bisa masuk dalam kandang. Model kandang puyuh ada 2 (dua) jenis yang biasa dipraktekkan yaitu mode litter (lantai sekam) serta metode sangkar (batere). Ukuran kandang buat 1 m 2 bisa diisi 90-100 ekor anak puyuh, selanjuntnya berubah menjadi 60 ekor buat usia 10 hari sampai lepas jaman anakan. paling akhir menjadi 40 ekor/m 2 sampai masa bertelur. Adapun kandang yang biasa diperlukan dalam budidaya burung puyuh adalah:

Kandang untuk induk pembibitan
Kandang ini berpegaruh langsung pada produktifitas serta potensi mneghasilkan telur yang bermutu. Besar atau ukuran kandang yg akan dipakai harus sesuai sama jumlah puyuh yang bakal dijaga. bagusnya satu ekor puyuh dewasamembutuhkan luas kandang 200 m2.

Kandang untuk induk petelur
Kandang ini berfungsi menjadi kandang untuk induk pembibit. Kandang ini memiliki bentuk, ukuran, serta keperluan perabotan yg sama. Kepadatan kandang lebih besar namun juga bisa sama.

Kandang untuk anak puyuh/usia stater(kandang indukan)
Kandang ini adalah kandang bagi anak puyuh pada umur starter, ialah mulai umur sehari sampai dengan dua sampai tiga minggu. Kandang ini memiliki fungsi untuk mengawasi supaya anak puyuh yg masih tetap butuh pemanasan itu tetap terlindung serta mendapat panas yang sama dengan kebutuhan. Kandang ini perlu dilengkapi alat pemanas. kebanyakan ukuran yg seringkali dipakai yaitu lebar 100 cm, panjang 100 cm, tinggi 40 cm, serta tinggi kaki 50 cm. (cukuplah menampung 90-100 ekor anak puyuh).

Kandang untuk puyuh usia grower (3-6 minggu) dan layer (lebih dari 6 minggu)
Bentuk, ukuran atau peralatannya sama dengan kandang untuk induk petelur. Alas kandang rata-rata berupa kawat ram.


Mode Kandang untuk Layer
perabotan
Perlengkapan kandang berwujud tempat makan, tempat minum, tempat bertelur dan tempat obat-obatan.
Penyiapan Bibit.

Yang butuh dilihat oleh peternak sebelum memulai upayanya, adalah mendalami 3 (tiga) unsur produksi upaya perternakan yaitu bibit/pembibitan, pakan (ransum) serta pengaturan usaha peternakan.

Penentuan bibit burung puyuh disesuaikan dengan tujuan pemeliharaan, ada 3 (tiga) ragam tujuan pemeliharaan burung puyuh, yaitu:

a. Untuk produksi telur konsumsi, diseleksi bibit puyuh style ketam betina yang sehat atau bebas dari kerier penyakit.
b. Buat produksi daging puyuh, diambil bibit puyuh jantan serta puyuh petelur afkiran.
c. Untuk pembibitan atau produksi telur tetas, dipilih bibit puyuh betina yang baik produksi telurnya dan puyuh jantan yang sehat yg siap membuahi puyuh betina agar dapat jamin telur tetas yang baik.

Pemeliharaan
1) Sanitasi serta perbuatan Preventif
untuk mengontrol munculnya penyakit pada pemeliharaan puyuh kebersihan lingkungan kandang dan vaksinasi terhadap puyuh butuh dijalankan sedini
mungkin.

2) Pengontrolan Penyakit
Pengontrolan penyakit dilakukan setiap waktu serta jika ada tanda tanda yg kurang sehat terhadap puyuh harus segera dilaksanakan penyembuhan sesuai dengan wejangan dokter hewan atau dinas peternakan setempat atau saran dari Poultry Shoup.

3) Pemberian Pakan
Ransum (pakan) yang bisa diberikan buat puyuh terbagi dalam beberapa bentuk, ialah: bentuk pallet, remah-remah serta tepung. Karena puyuh yg suka usil memtuk temannya dapat punyai aktivitas dengan mematuk-matuk pakannya. Pemberian ransum puyuh anakan dikasihkan 2 (dua) kali sehari pagi dan siang. sedang puyuh remaja/dewasa diberikan ransum cuma 1 kali sehari yakni pada pagi hari. buat pemberian minum pada anak puyuh pada bibitan terus-menerus.

4) Pemberian Vaksinasi dan Obat
Pada umur 4-7 hari puyuh di vaksinasi dengan dosis separo dari dosis untuk ayam. Vaksin dapat dikasihkan lewat tetes mata (intra okuler) atau air minum (peroral). Pemberian obat lekas dilakukan seandainya puyuh nampak gejala-gejala sakit dengan mengharap bantuan wejangan dari PPL ditempat atau dari toko peternakan (Poultry Shoup), yg ada di dekat Anda beternak puyuh.

7. Hama dan Penyakit
Radang usus (Quail enteritis)
Pemicu: bakteri anerobik yg membuat spora serta menyerang usus, hingga muncul pearadangan pada usus.
Gejala: puyuh terlihat lesu, mata tertutup, bulu tampak kusam, kotoran berair serta memiliki kandungan asam urat.
Pengendalian: memperbaiki tata laksana pemeliharaan, dan memisashkan burung puyuh yang sehat dari yang sudah terinfeksi.

Tetelo (NCD/New Casstle Diseae)
Tanda-tanda: puyuh sukar bernafas, batuk-batuk, bersin, muncul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, kadang berdarah, tinja encer kehijauan yang
spesifik tersedianya tanda-tanda "tortikolis"yaitu kepala memutar-mutar tidak menentu dan lumpuh.
Pengendalian:
menjaga kebersihan lingkungan dan peralatan yg tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yg mati segera dibakar/dibuang;
pisahkan ayam yang sakit, menahan tamu masuk lahan peternakan tanpa pakaian yang mensucihamakan/ steril serta mengerjakan vaksinasi NCD. sampai saat ini belum ada obatnya.

Berak putih / Kapur (Pullorum)
Penyebab: Kuman Salmonella pullorum dan merupakan penyakit menular.
Tanda-tanda: kotoran berwarna putih, nafsu makan hilang, sesak nafas, bulu-bulu mengerut dan sayap lemah menggantung.
Pengendalian: sama juga dengan pengendalian penyakit tetelo.

Berak darah (Coccidiosis)
Gejala: tinja berdarah serta mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam menggigil kedinginan.
Pengendalian:
menjaga kebersihan lingkungaan, mengontrol litter terus kering;
dengan Tetra Chloine Capsule diberikan melalui mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dicampurkan pada air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox

Cacar Unggas (Fowl Pox)
Penyebab: Poxvirus, menyerang bangsa unggas dari semua usia dan jenis kelamin.
tanda-tanda: imbulnya keropeng-keropeng pada kulit yg tak berbulu, seperti pial, kaki, mulut serta farink yang jika dilepaskan akan keluarkan darah.
Pengendalian: vaksin dipteria serta mengisolasi kandang atau puyuh yang terinfksi.

Quail Bronchitis
Penyebab: Quail bronchitis virus (adenovirus) yg bersifat sangatlah menyerang.
Gejala: puyuh nampak lesu, bulu kusam, gemetar, sulit bernafas, batuk serta bersi, mata dan hidung terkadang mengeluarkan lendir dan terkadang kepala serta leher cukup terpuntir.
Pengendalian: pemberian pakan yang bergizi dengan sanitasi yang ideal.

Aspergillosis
Pemicu: cendawan Aspergillus fumigatus.
tanda-tanda: Puyuh mengalami masalah pernapasan, mata tercipta lapisan putih mirip keju, mengantuk, nafsu makan berkurang.
Pengendalian: memperbaiki sanitasi kandang serta lingkungan sekelilingnya.

Cacingan
Pemicu: sanitasi yang tidak baik.
Tanda-tanda: puyuh tampak kurus, lesu serta lemah.
Pengendalian: menjaga kebersihan kandang dan pemberian pakan yang terjaga kebersihannya.

8. Panen
Hasil khusus
Pada usaha pemeliharaan puyuh petelur, yang menjadi hasil pentingnya ialah produksi telurnya yang dipanen setiap hari diwaktu masa produksi berjalan.
Hasil Tambahan

Sedangkan yang merupakan hasil penambahan diantaranya berbentuk daging afkiran, tinja dan bulu puyuh.

9. Waktu Panen ...

10. Analisa Ekonomi Budidaya

analisa upaya Budidaya

Investasi
kandang ukuran 9 x 0,6 x 1,9 m (1 jalur + tempat minum dan makan) Rp. 2.320.000,-
kandang besar Rp. 1.450.000,-
cost pemeliharaan (buat usia 0-2 bulan)
ay Old Quail (DOQ) x Rp 798 (Harga DOQ) Rp. 1.596.000,-
Obat (Vitamin + Vaksin) Rp. 145.000,-
Pakan (selama 60 hari) Rp. 2.981.200,-
Jumlah ongkos produksi Rp. 4.722.200,-
situasi puyuh:
banyaknya anak 2000 ekor (jantan dan betina)
kemungkinan mati 5%, bekas 1900
efek kelamin 15% jantan, 85% betina (285 jantan, 1615 betina)
sehabis 2 bulan harga puyuh bibit Rp 3.625,- betina serta Rp 725 jantan
Penjualan puyuh bibit usia 2 bulan Rp. 4.408.000,-Minus Rp. -314.200,-
Biaya pemeliharaan (0-4 bulan)
200 DOQ x Rp 798,- Rp. 159.600,-
Obat (vitamin serta Vaksinasi) Rp. 290.000,-
Pakan (sampai dengan usia 3 minggu) Rp. 2.459.925,-
Pakan (s/d minggu ke 4) betina 1615 ekor dan 71 ekor jantan (25% jantan wajar bibit) Rp. 5.264.051,-
banyaknya ongkos produksi Rp. 8.173.576,-
kondisi puyuh:
Mulai umur 1,5 bulan puyuh bertelur setiap hari rata-rata 85%, jumlahnya telur 1373 butir
Hasil telur 75 hari x 1373 x Rp 75,- Rp. 7.723.125,-
Puyuh betina bibit 1615 ekor @ Rp 3.625,- Rp. 5.854.375,-
Puyuh jantan bibit 75 ekor @ Rp 798,- Rp. 59.850,-
Puyuh jantan afkiran 214 ekor @ Rp 725,- Rp. 155.150,-
Keuntungan hasil dari penjualan Rp. 5.618.924,-
cost pemeliharaan (sampai usia 8 bulan)
Biaya untuk umur 4-8 bulan Rp. 1.625.137,-

Pendapatan
Hasil telur (0,5 bulan) 195 x 1373 x Rp 75,- Rp. 20.080.125,-
Hasil puyuh afkir 1615 ekor @ Rp 798,- Rp. 1.288.770,-
Hasil jantan afkir 71 ekor @ Rp 725,- Rp. 51.475,-
Hasil jantan afkir (2 bln) 214 ekor @ Rp 725,- Rp. 155.150,-
Keuntungan beternak puyuh petelur dan afkiran jual Rp. 10.950.113,-

Jadi peternak semakin banyak menjumlah keuntungan kalau beternak puyuh petelur, baru selanjutnya puyuh afkirannya di jual dibanding menjual puyuh bibit. penelitian upaya dihitung berdasar pada harga-harga yang laku pada tahun 1999
Bibit Puyuh Yogyakarta




Bibit Puyuh Yogyakarta


Jl. Dr. Moh. Hatta No.4, Kota Blitar, Jawa Timur


082136783880

Bibit Puyuh Yogyakarta

Bibit Puyuh Yogyakarta

Minggu, 19 Mei 2019

Jual Bibit Puyuh Sukabumi

Jual Bibit Puyuh Sukabumi


Jual Bibit Puyuh Sukabumi - Butuh Info? Telp 082136783880 Jual Bibit Puyuh Berkualitas. Seluruh wilayah jawa bisa kirim langsung sampai kandang bayar setelah sampai. Luar jawa kirim via cargo pesawat.

Di bawah ini adalah serba-serbi budidaya burung puyuh diawali dengan sejarah singkat burung puyuh, kunci budidaya burung puyuh, jenis-jenis burung puyuh, faedah burung puyuh, syarat-syarat lokasi budidaya burung puyuh, patokan tekhnis budidaya burung puyuh, hama dan penyakit burung puyuh dan sebagainya.

1. Sejarah Singkat
Puyuh adalah jenis burung yang tidak bisa terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek serta bisa diadu. Burung puyuh disebut ikut Gemak (Bhs. Jawa-Indonesia). Bahasa asingnya disebut "Quail", adalah bangsa burung (liar) yg pertama kali diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870. Dan senantiasa di kembangkan ke belahan dunia. Sedangkan di Indonesia puyuh mulai dikenal, serta diternak sejak akhir tahun 1979. saat ini mulai banyak muncul di kandang-kandang ternak yang berada pada Indonesia.



Jual Bibit Puyuh Sukabumi


Jl. Dr. Moh. Hatta No.4, Kota Blitar, Jawa Timur


082136783880
q

Jual Bibit Puyuh Sukabumi

Jual Bibit Puyuh Sukabumi


2. Kunci Peternakan
Sentral Peternakan burung puyuh banyak terdapat di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur serta Jawa Tengah

3. Type
Kelas : Aves (Bangsa Burung)
Ordo : Galiformes
Sub Ordo : Phasianoidae
Famili : Phasianidae
Sub Famili : Phasianinae
Genus : Coturnix
Species : Coturnix-coturnix Japonica

4. Manfaat
- Telur dan dagingnya mempunyai nilai gizi dan rasa yg lezat
- Bulunya sebagai bahan bermacam kerajinan atau perlengkapan rumah tangga yang lain
- Kotorannya menjadi pupuk kandang maupun kompos yg baik dapat dimanfaatkan jadi pupuk tanaman

5. Beberapa syarat Lokasi
Area jauh dari keramaian dan pemukiman masyarakat
tempat memiliki taktik transportasi, terutama jalur sapronak serta jalur-jalur pemasaran
area dipilih bebas dari wabah penyakit
Bukan merupakan daerah sering banjir
Merupakan daerah yang senantiasa mendapatkan aliran udara yg baik.

6. Arahan tehnik Budidaya
Penyiapan fasilitas dan Peralatan

Perkandangan
Dalam metode perkandangan yang butuh dilihat merupakan temperatur kandang yang baik atau normal berkisar 20-25 derajat C; kelembapan kandang sekitar 30-80%; penerangan kandang pada siang hari cukup 25-40 watt, sedangkan malam hari 40-60 watt (hal ini laku buat cuaca mendung/musim hujan). Tata letak kandang seharusnya ditata supaya cahaya matahari pagi dapat masuk kedalam kandang. mode kandang puyuh ada 2 (dua) jenis yang biasa ditempatkan ialah skema litter (lantai sekam) dan sistem sangkar (batere). Ukuran kandang buat 1 m 2 dapat diisi 90-100 ekor anak puyuh, selanjuntnya berubah menjadi 60 ekor untuk umur 10 hari sampai terlepas saat anakan. Terakhir jadi 40 ekor/m 2 hingga periode bertelur. mengenai kandang yang biasa diperlukan dalam budidaya burung puyuh ialah:

Kandang buat induk pembibitan
Kandang ini berpegaruh langsung pada produktifitas dan kapabilitas mneghasilkan telur yg berkualitas. Besar atau ukuran kandang yang akan dipakai harus sesuai dengan jumlah puyuh yg akan dirawat. Idealnya satu ekor puyuh dewasamembutuhkan luas kandang 200 m2.

Kandang untuk induk petelur
Kandang ini berfungsi menjadi kandang untuk induk pembibit. Kandang ini memiliki bentuk, ukuran, dan kepentingan perlengkapan yg sama. Kepadatan kandang tambah besar akan tetapi dapat juga sama.

Kandang untuk anak puyuh/umur stater(kandang indukan)
Kandang ini merupakan kandang buat anak puyuh pada usia starter, yakni mulai usia sehari s/d dua sampai tiga minggu. Kandang ini berperan buat mengontrol supaya anak puyuh yang masih memerlukan pemanasan itu masih terlindung serta mendapatkan panas yg sesuai sama kebutuhan. Kandang ini butuh ditambahkan alat pemanas. Biasanya ukuran yang seringkali dimanfaatkan ialah lebar 100 cm, panjang 100 cm, tinggi 40 cm, serta tinggi kaki 50 cm. (cukup berisi 90-100 ekor anak puyuh).

Kandang untuk puyuh umur grower (3-6 minggu) serta layer (lebih dari 6 minggu)
Bentuk, ukuran ataupun peralatannya sama juga dengan kandang untuk induk petelur. Alas kandang rata-rata berupa kawat ram.


Model Kandang buat Layer
perabotan
Perlengkapan kandang berwujud tempat makan, tempat minum, tempat bertelur dan tempat obat-obatan.
Penyiapan Bibit.

Yg butuh jadi perhatian oleh peternak sebelum mengawali usahanya, ialah memahami 3 (tiga) unsur produksi usaha perternakan yakni bibit/pembibitan, pakan (ransum) dan pengaturan usaha peternakan.

Penentuan bibit burung puyuh sesuai dengan maksud pemeliharaan, ada 3 (tiga) jenis tujuan pemeliharaan burung puyuh, yaitu:

a. Untuk produksi telur mengonsumsi, diseleksi bibit puyuh type ketam betina yang sehat atau bebas dari kerier penyakit.
b. Untuk produksi daging puyuh, di pilih bibit puyuh jantan dan puyuh petelur afkiran.
c. Untuk pembibitan atau produksi telur tetas, di pilih bibit puyuh betina yang baik produksi telurnya serta puyuh jantan yg sehat yang siap membuahi puyuh betina agar bisa jamin telur tetas yang baik.

Pemeliharaan
1) Sanitasi serta perbuatan Preventif
Untuk menjaga timbulnya penyakit pada pemeliharaan puyuh kebersihan lingkungan kandang dan vaksinasi terhadap puyuh butuh dilaksanakan sedini
mungkin.

2) Pengontrolan Penyakit
Pengontrolan penyakit dikerjakan setiap waktu dan jika ada pertanda yang kurang sehat terhadap puyuh mesti selekasnya dilakukan penyembuhan sesuai sama saran dokter hewan atau dinas peternakan ditempat atau saran dari Poultry Shoup.

3) Pemberian Pakan
Ransum (pakan) yang bisa diberikan buat puyuh terdiri dalam sejumlah bentuk, yaitu: bentuk pallet, remah-remah serta tepung. lantaran puyuh yang menyukai usil memtuk temannya akan mempunyai kegiatan dengan mematuk-matuk pakannya. Pemberian ransum puyuh anakan diberikan 2 (dua) kali sehari pagi dan siang. sedang puyuh remaja/dewasa diberikan ransum hanya 1x sehari yaitu saat pagi hari. Untuk pemberian minum pada anak puyuh pada bibitan terus-menerus.

4) Pemberian Vaksinasi serta Obat
Pada umur 4-7 hari puyuh di vaksinasi dengan dosis separo dari dosis buat ayam. Vaksin dapat diberikan lewat tetes mata (intra okuler) atau air minum (peroral). Pemberian obat segera dijalankan bila puyuh nampak beberapa gejala sakit dengan mengharap dukungan arahan dari PPL setempat maupun dari toko peternakan (Poultry Shoup), yg berada di dekat Anda beternak puyuh.

7. Hama dan Penyakit
Radang usus (Quail enteritis)
Penyebab: bakteri anerobik yang membuat spora serta menyerang usus, hingga timbul pearadangan pada usus.
tanda-tanda: puyuh nampak lesu, mata tertutup, bulu tampak kusam, kotoran berair dan punya kandungan asam urat.
Pengendalian: memperbaiki tata laksana pemeliharaan, dan memisashkan burung puyuh yg sehat dari yang telah terinfeksi.

Tetelo (NCD/New Casstle Diseae)
Tanda-tanda: puyuh sukar bernafas, batuk-batuk, bersin, timbul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, terkadang berdarah, tinja encer kehijauan yang
spesifik adanya tanda-tanda "tortikolis"yaitu kepala memutar-mutar tdk menentu dan lumpuh.
Pengendalian:
mengontrol kebersihan lingkungan dan perlengkapan yang tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yg mati lekas dibakar/dibuang;
pisahkan ayam yang sakit, menahan tamu masuk areal peternakan tiada busana yang mensucihamakan/ steril serta lakukan vaksinasi NCD. sampai saat ini belumlah ada obatnya.

Berak putih / Kapur (Pullorum)
Penyebab: Kuman Salmonella pullorum serta merupakan penyakit menyebar.
Gejala: kotoran berwarna putih, nafsu makan hilang, sesak nafas, bulu-bulu mengerut serta sayap lemah menggantung.
Pengendalian: sama juga dengan pengendalian penyakit tetelo.

Berak darah (Coccidiosis)
Gejala: tinja berdarah serta mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam menggigil kedinginan.
Pengendalian:
mengontrol kebersihan lingkungaan, mengawasi litter masih kering;
dengan Tetra Chloine Capsule dikasihkan melalui mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dilarutkan dalam air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox

Cacar Unggas (Fowl Pox)
Yang memicu: Poxvirus, menyerang bangsa unggas dari semua usia serta jenis kelamin.
Gejala: imbulnya keropeng-keropeng pada kulit yang tidak berbulu, seperti pial, kaki, mulut serta farink yg kalau dilepaskan akan keluarkan darah.
Pengendalian: vaksin dipteria dan mengisolasi kandang atau puyuh yg terinfksi.

Quail Bronchitis
Yang memicu: Quail bronchitis virus (adenovirus) yg berbentuk sangatlah menebar.
Gejala: puyuh nampak lesu, bulu kusam, gemetar, sulit bernafas, batuk serta bersi, mata dan hidung kadangkala keluarkan lendir dan terkadang kepala dan leher agak terpuntir.
Pengendalian: pemberian pakan yg bergizi dengan sanitasi yang ideal.

Aspergillosis
Pemicu: cendawan Aspergillus fumigatus.
Gejala: Puyuh mengalami masalah pernapasan, mata tercipta lapisan putih mirip keju, mengantuk, nafsu makan menyusut.
Pengendalian: melakukan perbaikan sanitasi kandang dan lingkungan sekelilingnya.

Cacingan
Yang memicu: sanitasi yang tidak baik.
Tanda-tanda: puyuh nampak kurus, lesu serta lemah.
Pengendalian: menjaga kebersihan kandang dan pemberian pakan yang terbangun kebersihannya.

8. Panen
Hasil Utama
Pada usaha pemeliharaan puyuh petelur, sebagai hasil utamanya ialah produksi telurnya yang dipanen tiap-tiap hari disaat masa produksi terjadi.
Hasil Tambahan

Sedang sebagai hasil penambahan misalnya berupa daging afkiran, tinja dan bulu puyuh.

9. Saat Panen ...

10. Riset Ekonomi Budidaya

penelitian usaha Budidaya

Investasi
kandang ukuran 9 x 0,6 x 1,9 m (1 jalur + tempat minum dan makan) Rp. 2.320.000,-
kandang besar Rp. 1.450.000,-
cost pemeliharaan (buat usia 0-2 bulan)
ay Old Quail (DOQ) x Rp 798 (Harga DOQ) Rp. 1.596.000,-
Obat (Vitamin + Vaksin) Rp. 145.000,-
Pakan (selama 60 hari) Rp. 2.981.200,-
jumlahnya ongkos produksi Rp. 4.722.200,-
situasi puyuh:
jumlahnya anak 2000 ekor (jantan serta betina)
Resiko mati 5%, bekas 1900
kemungkinan kelamin 15% jantan, 85% betina (285 jantan, 1615 betina)
sehabis 2 bulan harga puyuh bibit Rp 3.625,- betina serta Rp 725 jantan
Penjualan puyuh bibit umur 2 bulan Rp. 4.408.000,-Minus Rp. -314.200,-
Biaya pemeliharaan (0-4 bulan)
200 DOQ x Rp 798,- Rp. 159.600,-
Obat (vitamin serta Vaksinasi) Rp. 290.000,-
Pakan (s/d usia 3 minggu) Rp. 2.459.925,-
Pakan (s/d minggu ke 4) betina 1615 ekor dan 71 ekor jantan (25% jantan pantas bibit) Rp. 5.264.051,-
banyaknya biaya produksi Rp. 8.173.576,-
kondisi puyuh:
Mulai umur 1,5 bulan puyuh bertelur tiap-tiap hari rata-rata 85%, jumlah telur 1373 butir
Hasil telur 75 hari x 1373 x Rp 75,- Rp. 7.723.125,-
Puyuh betina bibit 1615 ekor @ Rp 3.625,- Rp. 5.854.375,-
Puyuh jantan bibit 75 ekor @ Rp 798,- Rp. 59.850,-
Puyuh jantan afkiran 214 ekor @ Rp 725,- Rp. 155.150,-
Keuntungan hasil dari penjualan Rp. 5.618.924,-
cost pemeliharaan (hingga sampai umur 8 bulan)
Biaya untuk umur 4-8 bulan Rp. 1.625.137,-

penerimaan
Hasil telur (0,5 bulan) 195 x 1373 x Rp 75,- Rp. 20.080.125,-
Hasil puyuh afkir 1615 ekor @ Rp 798,- Rp. 1.288.770,-
Hasil jantan afkir 71 ekor @ Rp 725,- Rp. 51.475,-
Hasil jantan afkir (2 bln) 214 ekor @ Rp 725,- Rp. 155.150,-
Keuntungan beternak puyuh petelur dan afkiran jual Rp. 10.950.113,-

Jadi peternak tambah banyak menjumlah keuntungan bila beternak puyuh petelur, baru kemudian puyuh afkirannya di jual ketimbang jual puyuh bibit. Analisa upaya dihitung berdasar pada harga-harga yang berlaku pada tahun 1999
Jual Bibit Puyuh Sukabumi




Jual Bibit Puyuh Sukabumi


Jl. Dr. Moh. Hatta No.4, Kota Blitar, Jawa Timur


082136783880

Jual Bibit Puyuh Sukabumi

Jual Bibit Puyuh Sukabumi