Jumat, 17 Mei 2019

Bibit Puyuh Super

Bibit Puyuh Super


Bibit Puyuh Super - Butuh Info? Telp 082136783880 Jual Bibit Puyuh Berkualitas. Seluruh wilayah jawa bisa kirim langsung sampai kandang bayar setelah sampai. Luar jawa kirim via cargo pesawat.

Berikut ini yaitu serba-serbi budidaya burung puyuh dimulai dengan sejarah singkat burung puyuh, sentra budidaya burung puyuh, jenis-jenis burung puyuh, manfaat burung puyuh, kriteria tempat budidaya burung puyuh, anjuran tehnis budidaya burung puyuh, hama dan penyakit burung puyuh dan sebagainya.

1. Sejarah Singkat
Puyuh adalah type burung yg tidak dapat terbang, ukuran badan relatif kecil, berkaki pendek dan bisa diadu. Burung puyuh disebut ikut Gemak (Bhs. Jawa-Indonesia). Bahasa asingnya dimaksud "Quail", merupakan bangsa burung (liar) yang pertama-tama diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870. Dan terus dikembangkan ke pelosok dunia. dan di Indonesia puyuh mulai diketahui, dan diternak sejak akhir tahun 1979. sekarang mulai bermunculan di kandang-kandang ternak yg berada di Indonesia.



Bibit Puyuh Super


Jl. Dr. Moh. Hatta No.4, Kota Blitar, Jawa Timur


082136783880
q

Bibit Puyuh Super

Bibit Puyuh Super


2. Kunci Peternakan
Sentral Peternakan burung puyuh banyak terdapat di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur serta Jawa Tengah

3. Type
Kelas : Aves (Bangsa Burung)
Ordo : Galiformes
Sub Ordo : Phasianoidae
Famili : Phasianidae
Sub Famili : Phasianinae
Genus : Coturnix
Species : Coturnix-coturnix Japonica

4. Manfaat
- Telur dan dagingnya miliki nilai gizi serta rasa yang lezat
- Bulunya sebagai bahan bermacam kerajinan atau perlengkapan rumah tangga yang lain
- Kotorannya menjadi pupuk kandang ataupun kompos yang baik dapat dipakai menjadi pupuk tanaman

5. Kriteria tempat
Lokasi jauh dari keramaian serta pemukiman masyarakat
area miliki kiat transportasi, khususnya jalan sapronak serta jalur-jalur pemasaran
Lokasi terpilih bebas dari wabah penyakit
Bukan adalah daerah kerap banjir
adalah daerah yg tetap memperoleh sirkulasi udara yang baik.

6. Petunjuk Teknik Budidaya
Penyiapan tempat serta perabotan

Perkandangan
Dalam metode perkandangan yang butuh diperhatikan yaitu temperatur kandang yang bagus atau normal kira-kira 20-25 derajat C; kelembapan kandang sekitar 30-80%; penerangan kandang pada siang hari cukup 25-40 watt, sedangkan malam hari 40-60 watt (hal ini laku untuk cuaca mendung/musim hujan). Tata letak kandang semestinya dirapikan agar cahaya matahari pagi dapat masuk ke dalam kandang. mode kandang puyuh ada 2 (dua) jenis yang biasa ditempatkan yaitu sistem litter (lantai sekam) serta sistem sangkar (batere). Ukuran kandang untuk 1 m 2 dapat diisi 90-100 ekor anak puyuh, selanjuntnya jadi 60 ekor untuk usia 10 hari hingga sampai lepas waktu anakan. paling akhir jadi 40 ekor/m 2 hingga sampai saat bertelur. Adapun kandang yang biasa digunakan dalam budidaya burung puyuh merupakan:

Kandang untuk induk pembibitan
Kandang ini berpegaruh langsung pada produktifitas dan potensi mneghasilkan telur yang bermutu. Besar atau ukuran kandang yg akan dipakai mesti sesuai dengan jumlah puyuh yang akan dirawat. bagusnya satu ekor puyuh dewasamembutuhkan luas kandang 200 m2.

Kandang untuk induk petelur
Kandang ini berperan jadi kandang buat induk pembibit. Kandang ini memiliki bentuk, ukuran, dan kepentingan perabotan yg sama. Kepadatan kandang tambah besar akan tetapi bisa pula sama.

Kandang untuk anak puyuh/usia stater(kandang indukan)
Kandang ini adalah kandang buat anak puyuh pada umur starter, ialah mulai umur 1 hari sampai dengan dua sampai tiga minggu. Kandang ini berperan untuk mengontrol biar anak puyuh yang masih memerlukan pemanasan itu tetap terlindung serta memperoleh panas yang sama dengan kepentingan. Kandang ini perlu dilengkapi alat pemanas. umumnya ukuran yang sering dipakai ialah lebar 100 cm, panjang 100 cm, tinggi 40 cm, serta tinggi kaki 50 cm. (cukup memuat 90-100 ekor anak puyuh).

Kandang untuk puyuh umur grower (3-6 minggu) dan layer (lebih dari 6 minggu)
Bentuk, ukuran maupun peralatannya sama dengan kandang untuk induk petelur. Alas kandang umumnya berbentuk kawat ram.


Mode Kandang buat Layer
Peralatan
perabotan kandang berupa tempat makan, tempat minum, tempat bertelur serta tempat obat-obatan.
Penyiapan Bibit.

Yg butuh diperhatikan oleh peternak sebelum memulai upayanya, ialah menyadari 3 (tiga) unsur produksi usaha perternakan ialah bibit/pembibitan, pakan (ransum) dan pengaturan upaya peternakan.

Pemilihan bibit burung puyuh sesuai dengan arah pemeliharaan, ada 3 (tiga) jenis arah pemeliharaan burung puyuh, adalah:

a. Untuk produksi telur konsumsi, di ambil bibit puyuh tipe ketam betina yg sehat atau bebas dari kerier penyakit.
b. Buat produksi daging puyuh, diseleksi bibit puyuh jantan dan puyuh petelur afkiran.
c. Buat pembibitan atau produksi telur tetas, di pilih bibit puyuh betina yang baik produksi telurnya dan puyuh jantan yg sehat yg siap membuahi puyuh betina agar dapat jamin telur tetas yang baik.

Pemeliharaan
1) Sanitasi serta aksi Preventif
Untuk menjaga munculnya penyakit pada pemeliharaan puyuh kebersihan lingkungan kandang serta vaksinasi pada puyuh butuh dilaksanakan sedini
mungkin.

2) Pengontrolan Penyakit
Pengontrolan penyakit dilakukan setiap saat serta jika ada pertanda yang kurang sehat terhadap puyuh mesti lekas dilakukan penyembuhan sesuai wejangan dokter hewan atau dinas peternakan ditempat atau petunjuk dari Poultry Shoup.

3) Pemberian Pakan
Ransum (pakan) yang dapat dikasihkan untuk puyuh terbagi dalam beberapa bentuk, yaitu: bentuk pallet, remah-remah dan tepung. lantaran puyuh penyuka usil memtuk temannya dapat punyai aktivitas dengan mematuk-matuk pakannya. Pemberian ransum puyuh anakan diberikan 2 (dua) kali sehari pagi serta siang. dan puyuh remaja/dewasa dikasihkan ransum hanya 1x satu hari yaitu pada pagi hari. untuk pemberian minum pada anak puyuh pada bibitan terus-terusan.

4) Pemberian Vaksinasi serta Obat
Pada umur 4-7 hari puyuh di vaksinasi dengan dosis separo dari dosis buat ayam. Vaksin dapat dikasihkan lewat tetes mata (intra okuler) atau air minum (peroral). Pemberian obat segera dijalankan seandainya puyuh terlihat gejala-gejala sakit dengan mengharap pertolongan petunjuk dari PPL ditempat ataupun dari toko peternakan (Poultry Shoup), yang ada pada dekat Anda beternak puyuh.

7. Hama dan Penyakit
Radang usus (Quail enteritis)
Yang memicu: bakteri anerobik yang membentuk spora serta menyerang usus, hingga muncul pearadangan pada usus.
Gejala: puyuh kelihatan lesu, mata tertutup, bulu nampak kusam, kotoran berair serta mempunyai kandungan asam urat.
Pengendalian: melakukan perbaikan tata laksana pemeliharaan, dan memisashkan burung puyuh yang sehat dari yang udah terinfeksi.

Tetelo (NCD/New Casstle Diseae)
Gejala: puyuh sulit bernafas, batuk-batuk, bersin, timbul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, kadang berdarah, tinja encer kehijauan yang
spesifik adanya gejala "tortikolis"yaitu kepala memutar-mutar tidak menentu dan lumpuh.
Pengendalian:
menjaga kebersihan lingkungan dan peralatan yg tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yg mati selekasnya dibakar/dibuang;
pisahkan ayam yang sakit, mencegah tamu masuk areal peternakan tiada pakaian yang mensucihamakan/ steril serta lakukan vaksinasi NCD. hingga sampai saat ini belumlah ada obatnya.

Berak putih / Kapur (Pullorum)
Pemicu: Kuman Salmonella pullorum dan merupakan penyakit menebar.
Tanda-tanda: kotoran berwarna putih, nafsu makan hilang, sesak nafas, bulu-bulu mengerut serta sayap lemah menggantung.
Pengendalian: sama juga dengan pengendalian penyakit tetelo.

Berak darah (Coccidiosis)
Tanda-tanda: tinja berdarah dan mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam menggigil kedinginan.
Pengendalian:
mengawasi kebersihan lingkungaan, mengontrol litter masih kering;
dengan Tetra Chloine Capsule diberikan melalui mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dicampurkan dalam air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox

Cacar Unggas (Fowl Pox)
Yang menimbulkan: Poxvirus, menyerang bangsa unggas dari semua usia serta model kelamin.
Gejala: imbulnya keropeng-keropeng pada kulit yang tidak berbulu, seperti pial, kaki, mulut serta farink yang jikalau dilepaskan dapat mengeluarkan darah.
Pengendalian: vaksin dipteria serta mengisolasi kandang atau puyuh yg terinfksi.

Quail Bronchitis
Yang memicu: Quail bronchitis virus (adenovirus) yang bersifat amat menyerang.
Gejala: puyuh tampak lesu, bulu kusam, gemetar, sukar bernafas, batuk dan bersi, mata serta hidung kadang-kadang mengeluarkan lendir dan kadangkala kepala serta leher cukup terpuntir.
Pengendalian: pemberian pakan yg bergizi dengan sanitasi yang ideal.

Aspergillosis
Pemicu: cendawan Aspergillus fumigatus.
Gejala: Puyuh alami problem pernapasan, mata terbentuk lapisan putih serupa keju, mengantuk, nafsu makan berkurang.
Pengendalian: memperbaiki sanitasi kandang serta lingkungan sekitarnya.

Cacingan
Yang memicu: sanitasi yg jelek.
Tanda-tanda: puyuh terlihat kurus, lesu dan lemah.
Pengendalian: mengawasi kebersihan kandang dan pemberian pakan yang terjaga kebersihannya.

8. Panen
Hasil Utama
Pada upaya pemeliharaan puyuh petelur, yang menjadi hasil utamanya yaitu produksi telurnya yang dipanen sehari-hari selama waktu produksi berjalan.
Hasil Tambahan

Dan sebagai hasil penambahan antara lain berupa daging afkiran, tinja serta bulu puyuh.

9. Waktu Panen ...

10. Riset Ekonomi Budidaya

pengamatan upaya Budidaya

Investasi
kandang ukuran 9 x 0,6 x 1,9 m (1 jalan + tempat minum serta makan) Rp. 2.320.000,-
kandang besar Rp. 1.450.000,-
ongkos pemeliharaan (buat usia 0-2 bulan)
ay Old Quail (DOQ) x Rp 798 (Harga DOQ) Rp. 1.596.000,-
Obat (Vitamin + Vaksin) Rp. 145.000,-
Pakan (selama 60 hari) Rp. 2.981.200,-
banyaknya ongkos produksi Rp. 4.722.200,-
situasi puyuh:
banyaknya anak 2000 ekor (jantan serta betina)
dampak mati 5%, bekas 1900
efek kelamin 15% jantan, 85% betina (285 jantan, 1615 betina)
Setelah 2 bulan harga puyuh bibit Rp 3.625,- betina serta Rp 725 jantan
Penjualan puyuh bibit umur 2 bulan Rp. 4.408.000,-Minus Rp. -314.200,-
cost pemeliharaan (0-4 bulan)
200 DOQ x Rp 798,- Rp. 159.600,-
Obat (vitamin serta Vaksinasi) Rp. 290.000,-
Pakan (s/d usia 3 minggu) Rp. 2.459.925,-
Pakan (s/d minggu ke 4) betina 1615 ekor dan 71 ekor jantan (25% jantan pantas bibit) Rp. 5.264.051,-
Jumlah cost produksi Rp. 8.173.576,-
Keadaan puyuh:
Mulai umur 1,5 bulan puyuh bertelur setiap hari rata-rata 85%, jumlahnya telur 1373 butir
Hasil telur 75 hari x 1373 x Rp 75,- Rp. 7.723.125,-
Puyuh betina bibit 1615 ekor @ Rp 3.625,- Rp. 5.854.375,-
Puyuh jantan bibit 75 ekor @ Rp 798,- Rp. 59.850,-
Puyuh jantan afkiran 214 ekor @ Rp 725,- Rp. 155.150,-
Keuntungan hasil dari penjualan Rp. 5.618.924,-
Biaya pemeliharaan (sampai usia 8 bulan)
Biaya untuk umur 4-8 bulan Rp. 1.625.137,-

penghasilan
Hasil telur (0,5 bulan) 195 x 1373 x Rp 75,- Rp. 20.080.125,-
Hasil puyuh afkir 1615 ekor @ Rp 798,- Rp. 1.288.770,-
Hasil jantan afkir 71 ekor @ Rp 725,- Rp. 51.475,-
Hasil jantan afkir (2 bln) 214 ekor @ Rp 725,- Rp. 155.150,-
Keuntungan beternak puyuh petelur dan afkiran jual Rp. 10.950.113,-

Jadi peternak tambah banyak menjumlah keuntungan kalau beternak puyuh petelur, baru lalu puyuh afkirannya dipasarkan dibanding menjual puyuh bibit. Analisa usaha dihitung berdasar pada harga-harga yg laku pada tahun 1999
Bibit Puyuh Super




Bibit Puyuh Super


Jl. Dr. Moh. Hatta No.4, Kota Blitar, Jawa Timur


082136783880

Bibit Puyuh Super

Bibit Puyuh Super

Tidak ada komentar:

Posting Komentar