Selasa, 21 Mei 2019

Gambar Bibit Burung Puyuh

Gambar Bibit Burung Puyuh


Gambar Bibit Burung Puyuh - Butuh Info? Telp 082136783880 Jual Bibit Puyuh Berkualitas. Seluruh wilayah jawa bisa kirim langsung sampai kandang bayar setelah sampai. Luar jawa kirim via cargo pesawat.

Dibawah ini ialah serba-serbi budidaya burung puyuh dimulai dengan riwayat singkat burung puyuh, sentral budidaya burung puyuh, beberapa jenis burung puyuh, fungsi burung puyuh, beberapa syarat lokasi budidaya burung puyuh, pedoman tehnis budidaya burung puyuh, hama dan penyakit burung puyuh dll.

1. Riwayat Singkat
Puyuh merupakan model burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek dan bisa diadu. Burung puyuh dimaksud ikut Gemak (Bhs. Jawa-Indonesia). Bahasa asingnya dimaksud "Quail", adalah bangsa burung (liar) yg pertama diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870. serta selalu di kembangkan ke penjuru dunia. sedang di Indonesia puyuh mulai diketahui, serta diternak semenjak akhir tahun 1979. sekarang mulai bermunculan di kandang-kandang ternak yg ada pada Indonesia.



Gambar Bibit Burung Puyuh


Jl. Dr. Moh. Hatta No.4, Kota Blitar, Jawa Timur


082136783880
q

Gambar Bibit Burung Puyuh

Gambar Bibit Burung Puyuh


2. Sentra Peternakan
Sentral Peternakan burung puyuh terdapat banyak di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur serta Jawa Tengah

3. Jenis
Kelas : Aves (Bangsa Burung)
Ordo : Galiformes
Sub Ordo : Phasianoidae
Famili : Phasianidae
Sub Famili : Phasianinae
Genus : Coturnix
Species : Coturnix-coturnix Japonica

4. Fungsi
- Telur serta dagingnya punya nilai gizi dan perasaan yang lezat
- Bulunya sebagai bahan beragam kerajinan atau perlengkapan rumah tangga lainnya
- Kotorannya sebagai pupuk kandang atau kompos yang baik dapat diperlukan sebagai pupuk tanaman

5. Persyaratan tempat
Area jauh dari keramaian dan pemukiman penduduk
tempat mempunyai taktik transportasi, terpenting arah sapronak serta jalur-jalur pemasaran
tempat dipilih bebas dari wabah penyakit
Bukan merupakan daerah sering banjir
adalah daerah yg tetap mendapat perputaran hawa yang baik.

6. Patokan Teknik Budidaya
Penyiapan Sarana serta perabotan

Perkandangan
Dalam skema perkandangan yg perlu jadi perhatian merupakan temperatur kandang yang baik atau normal berkisar 20-25 derajat C; kelembapan kandang berkisar 30-80%; penerangan kandang pada siang hari cukup 25-40 watt, dan malam hari 40-60 watt (soal ini laku untuk cuaca mendung/musim hujan). Tata letak kandang sebaiknya ditata supaya sinar matahari pagi dapat masuk ke dalam kandang. Model kandang puyuh ada 2 (dua) jenis yang biasa ditempatkan yaitu skema litter (lantai sekam) serta metode sangkar (batere). Ukuran kandang untuk 1 m 2 dapat diisi 90-100 ekor anak puyuh, selanjuntnya berubah menjadi 60 ekor buat usia 10 hari hingga lepas jaman anakan. paling akhir berubah menjadi 40 ekor/m 2 hingga waktu bertelur. mengenai kandang yg biasa diperlukan dalam budidaya burung puyuh yaitu:

Kandang buat induk pembibitan
Kandang ini berpegaruh langsung pada produktifitas dan kekuatan mneghasilkan telur yg memiliki kualitas. Besar atau ukuran kandang yang akan digunakan mesti sesuai banyaknya puyuh yg dapat dijaga. bagusnya satu ekor puyuh dewasamembutuhkan luas kandang 200 m2.

Kandang untuk induk petelur
Kandang ini berperan sebagai kandang buat induk pembibit. Kandang ini memiliki bentuk, ukuran, serta kebutuhan peralatan yang sama. Kepadatan kandang lebih besar tetapi bisa juga sama.

Kandang buat anak puyuh/usia stater(kandang indukan)
Kandang ini merupakan kandang bagi anak puyuh pada usia starter, yaitu mulai usia 1 hari s/d dua hingga sampai tiga minggu. Kandang ini berfungsi buat mengawasi biar anak puyuh yg masih membutuhkan pemanasan itu terus terlindung serta mendapatkan panas yang sesuai sama keperluan. Kandang ini perlu diperlengkapi alat pemanas. rata-rata ukuran yang sering diperlukan ialah lebar 100 cm, panjang 100 cm, tinggi 40 cm, dan tinggi kaki 50 cm. (cukup berisi 90-100 ekor anak puyuh).

Kandang untuk puyuh umur grower (3-6 minggu) dan layer (lebih dari 6 minggu)
Bentuk, ukuran atau peralatannya sama seperti kandang buat induk petelur. Alas kandang umumnya berupa kawat ram.


Mode Kandang untuk Layer
Peralatan
Perlengkapan kandang berupa tempat makan, tempat minum, tempat bertelur dan tempat obat-obatan.
Penyiapan Bibit.

Yang perlu diperhatikan oleh peternak sebelum mengawali upayanya, ialah memahami 3 (tiga) unsur produksi upaya perternakan yakni bibit/pembibitan, pakan (ransum) dan pengelolaan usaha peternakan.

Penentuan bibit burung puyuh disesuaikan dengan arah pemeliharaan, ada 3 (tiga) macam maksud pemeliharaan burung puyuh, yakni:

a. Untuk produksi telur mengkonsumsi, diseleksi bibit puyuh tipe ketam betina yang sehat atau bebas dari kerier penyakit.
b. Untuk produksi daging puyuh, diseleksi bibit puyuh jantan dan puyuh petelur afkiran.
c. Buat pembibitan atau produksi telur tetas, di ambil bibit puyuh betina yg baik produksi telurnya serta puyuh jantan yang sehat yang siap membuahi puyuh betina supaya dapat jamin telur tetas yang baik.

Pemeliharaan
1) Sanitasi serta Tindakan Preventif
Untuk mengawasi timbulnya penyakit pada pemeliharaan puyuh kebersihan lingkungan kandang dan vaksinasi terhadap puyuh perlu dijalankan sedini
mungkin.

2) Pengontrolan Penyakit
Pengontrolan penyakit dijalankan kapan saja serta jika ada tanda-tanda yang kurang sehat pada puyuh mesti segera dijalankan penyembuhan sesuai arahan dokter hewan atau dinas peternakan ditempat atau anjuran dari Poultry Shoup.

3) Pemberian Pakan
Ransum (pakan) yang bisa dikasihkan untuk puyuh terdiri dari sejumlah bentuk, adalah: bentuk pallet, remah-remah serta tepung. lantaran puyuh yg menyukai usil memtuk temannya akan punya kegiatan dengan mematuk-matuk pakannya. Pemberian ransum puyuh anakan dikasihkan 2 (dua) kali satu hari pagi serta siang. sedang puyuh remaja/dewasa dikasihkan ransum cuma 1 kali satu hari adalah pada pagi hari. untuk pemberian minum pada anak puyuh pada bibitan terus-menerus.

4) Pemberian Vaksinasi dan Obat
Pada usia 4-7 hari puyuh di vaksinasi dengan dosis separo dari dosis untuk ayam. Vaksin bisa dikasihkan melalui tetes mata (intra okuler) atau air minum (peroral). Pemberian obat lekas dilakukan bila puyuh nampak beberapa gejala sakit dengan meminta pertolongan anjuran dari PPL setempat maupun dari toko peternakan (Poultry Shoup), yg berada pada dekat Anda beternak puyuh.

7. Hama dan Penyakit
Radang usus (Quail enteritis)
Pemicu: bakteri anerobik yang membentuk spora dan menyerang usus, hingga timbul pearadangan pada usus.
Gejala: puyuh nampak lesu, mata tertutup, bulu kelihatan kusam, kotoran berair serta memiliki kandungan asam urat.
Pengendalian: memperbaiki tata laksana pemeliharaan, serta memisashkan burung puyuh yang sehat dari yang sudah terinfeksi.

Tetelo (NCD/New Casstle Diseae)
Tanda-tanda: puyuh sukar bernafas, batuk-batuk, bersin, timbul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, kadang-kadang berdarah, tinja encer kehijauan yg
spesifik terdapatnya tanda-tanda "tortikolis"yaitu kepala memutar-mutar tak menentu serta lumpuh.
Pengendalian:
mengontrol kebersihan lingkungan dan perabotan yg tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yg mati lekas dibakar/dibuang;
pisahkan ayam yang sakit, menghambat tamu masuk area peternakan tanpa busana yang mensucihamakan/ steril dan kerjakan vaksinasi NCD. hingga saat ini belum ada obatnya.

Berak putih / Kapur (Pullorum)
Pemicu: Kuman Salmonella pullorum serta adalah penyakit menyebar.
Gejala: kotoran berwarna putih, nafsu makan hilang, sesak nafas, bulu-bulu mengerut dan sayap lemah menggantung.
Pengendalian: sama juga dengan pengendalian penyakit tetelo.

Berak darah (Coccidiosis)
Tanda-tanda: tinja berdarah serta mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam menggigil kedinginan.
Pengendalian:
mengawasi kebersihan lingkungaan, mengontrol litter tetap kering;
dengan Tetra Chloine Capsule diberikan lewat mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dicampurkan di air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox

Cacar Unggas (Fowl Pox)
Yang memicu: Poxvirus, menyerang bangsa unggas dari semua umur dan model kelamin.
tanda-tanda: imbulnya keropeng-keropeng pada kulit yang tidak berbulu, seperti pial, kaki, mulut dan farink yang jika dilepaskan akan mengeluarkan darah.
Pengendalian: vaksin dipteria serta mengisolasi kandang atau puyuh yg terinfksi.

Quail Bronchitis
Yang memicu: Quail bronchitis virus (adenovirus) yang berwujud sangatlah menular.
Gejala: puyuh nampak lesu, bulu kusam, gemetar, susah bernafas, batuk dan bersi, mata serta hidung terkadang mengeluarkan lendir dan terkadang kepala dan leher rada terpuntir.
Pengendalian: pemberian pakan yang bergizi dengan sanitasi yang layak.

Aspergillosis
Yang memicu: cendawan Aspergillus fumigatus.
tanda-tanda: Puyuh alami masalah pernafasan, mata terjadi susunan putih serupa keju, mengantuk, nafsu makan menyusut.
Pengendalian: melakukan perbaikan sanitasi kandang serta lingkungan sekitarnya.

Cacingan
Yang memicu: sanitasi yg jelek.
Tanda-tanda: puyuh terlihat kurus, lesu serta lemah.
Pengendalian: menjaga kebersihan kandang serta pemberian pakan yg terjaga kebersihannya.

8. Panen
Hasil pokok
Pada usaha pemeliharaan puyuh petelur, sebagai hasil utamanya adalah produksi telurnya yg dipanen sehari-hari diwaktu masa produksi berlangsung.
Hasil Tambahan

Sedangkan sebagai hasil penambahan antara lain berupa daging afkiran, tinja dan bulu puyuh.

9. Pasca Panen ...

10. Riset Ekonomi Budidaya

analisa usaha Budidaya

Investasi
kandang ukuran 9 x 0,6 x 1,9 m (1 arah + tempat makan dan minum) Rp. 2.320.000,-
kandang besar Rp. 1.450.000,-
ongkos pemeliharaan (buat umur 0-2 bulan)
ay Old Quail (DOQ) x Rp 798 (Harga DOQ) Rp. 1.596.000,-
Obat (Vitamin + Vaksin) Rp. 145.000,-
Pakan (sepanjang 60 hari) Rp. 2.981.200,-
Jumlah ongkos produksi Rp. 4.722.200,-
situasi puyuh:
Jumlah anak 2000 ekor (jantan serta betina)
efek mati 5%, bekas 1900
Resiko kelamin 15% jantan, 85% betina (285 jantan, 1615 betina)
Setelah 2 bulan harga puyuh bibit Rp 3.625,- betina serta Rp 725 jantan
Penjualan puyuh bibit umur 2 bulan Rp. 4.408.000,-Minus Rp. -314.200,-
ongkos pemeliharaan (0-4 bulan)
200 DOQ x Rp 798,- Rp. 159.600,-
Obat (vitamin serta Vaksinasi) Rp. 290.000,-
Pakan (sampai dengan usia 3 minggu) Rp. 2.459.925,-
Pakan (s/d minggu ke 4) betina 1615 ekor dan 71 ekor jantan (25% jantan wajar bibit) Rp. 5.264.051,-
Jumlah biaya produksi Rp. 8.173.576,-
kondisi puyuh:
Mulai usia 1,5 bulan puyuh bertelur setiap hari rata-rata 85%, banyaknya telur 1373 butir
Hasil telur 75 hari x 1373 x Rp 75,- Rp. 7.723.125,-
Puyuh betina bibit 1615 ekor @ Rp 3.625,- Rp. 5.854.375,-
Puyuh jantan bibit 75 ekor @ Rp 798,- Rp. 59.850,-
Puyuh jantan afkiran 214 ekor @ Rp 725,- Rp. 155.150,-
Keuntungan hasil dari penjualan Rp. 5.618.924,-
ongkos pemeliharaan (hingga sampai umur 8 bulan)
cost untuk usia 4-8 bulan Rp. 1.625.137,-

penghasilan
Hasil telur (0,5 bulan) 195 x 1373 x Rp 75,- Rp. 20.080.125,-
Hasil puyuh afkir 1615 ekor @ Rp 798,- Rp. 1.288.770,-
Hasil jantan afkir 71 ekor @ Rp 725,- Rp. 51.475,-
Hasil jantan afkir (2 bln) 214 ekor @ Rp 725,- Rp. 155.150,-
Keuntungan beternak puyuh petelur dan afkiran jual Rp. 10.950.113,-

Jadi peternak lebih banyak menjumlah keuntungan apabila beternak puyuh petelur, baru lantas puyuh afkirannya di jual daripada menjual puyuh bibit. kajian upaya dihitung menurut harga-harga yang laku pada tahun 1999
Gambar Bibit Burung Puyuh




Gambar Bibit Burung Puyuh


Jl. Dr. Moh. Hatta No.4, Kota Blitar, Jawa Timur


082136783880

Gambar Bibit Burung Puyuh

Gambar Bibit Burung Puyuh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar