Senin, 20 Mei 2019

Bibit Puyuh Yogyakarta

Bibit Puyuh Yogyakarta


Bibit Puyuh Yogyakarta - Hubungi CS kami Telp 082136783880 Jual Bibit Puyuh Berkualitas. Seluruh wilayah jawa bisa kirim langsung sampai kandang bayar setelah sampai. Luar jawa kirim via cargo pesawat.

Dibawah ini yaitu serba-serbi budidaya burung puyuh dimulai dengan riwayat singkat burung puyuh, sentra budidaya burung puyuh, jenis-jenis burung puyuh, fungsi burung puyuh, syarat-syarat area budidaya burung puyuh, pedoman tehnis budidaya burung puyuh, hama serta penyakit burung puyuh dan seterusnya.

1. Sejarah Singkat
Puyuh adalah jenis burung yang tidak bisa terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek serta dapat diadu. Burung puyuh dimaksud pun Gemak (Bhs. Jawa-Indonesia). Bahasa asingnya dimaksud "Quail", adalah bangsa burung (liar) yang kali pertama diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870. serta senantiasa di kembangkan ke belahan dunia. dan di Indonesia puyuh mulai dikenal, dan diternak sejak akhir tahun 1979. Kini mulai banyak muncul di kandang-kandang ternak yg ada pada Indonesia.



Bibit Puyuh Yogyakarta


Jl. Dr. Moh. Hatta No.4, Kota Blitar, Jawa Timur


082136783880
q

Bibit Puyuh Yogyakarta

Bibit Puyuh Yogyakarta


2. Sentra Peternakan
Kunci Peternakan burung puyuh banyak terdapat di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah

3. Model
Kelas : Aves (Bangsa Burung)
Ordo : Galiformes
Sub Ordo : Phasianoidae
Famili : Phasianidae
Sub Famili : Phasianinae
Genus : Coturnix
Species : Coturnix-coturnix Japonica

4. Fungsi
- Telur serta dagingnya punya nilai gizi dan rasa yg lezat
- Bulunya jadi bahan beragam kerajinan atau perlengkapan rumah tangga lainnya
- Kotorannya sebagai pupuk kandang atau kompos yg baik bisa diperlukan menjadi pupuk tanaman

5. Kriteria area
Area jauh dari keramaian serta pemukiman masyarakat
tempat punya taktik transportasi, khususnya arah sapronak dan jalur-jalur pemasaran
area terpilih bebas dari wabah penyakit
Bukan adalah daerah seringkali banjir
adalah daerah yang selamanya memperoleh aliran udara yang baik.

6. Arahan tehnik Budidaya
Penyiapan Sarana dan perlengkapan

Perkandangan
Dalam sistem perkandangan yang butuh diperhatikan ialah temperatur kandang yang baik atau normal kira-kira 20-25 derajat C; kelembapan kandang kira-kira 30-80%; penerangan kandang pada siang hari cukuplah 25-40 watt, sedangkan malam hari 40-60 watt (hal ini berlaku untuk cuaca mendung/musim hujan). Tata letak kandang baiknya diatur biar cahaya matahari pagi bisa masuk dalam kandang. Model kandang puyuh ada 2 (dua) jenis yang biasa dipraktekkan yaitu mode litter (lantai sekam) serta metode sangkar (batere). Ukuran kandang buat 1 m 2 bisa diisi 90-100 ekor anak puyuh, selanjuntnya berubah menjadi 60 ekor buat usia 10 hari sampai lepas jaman anakan. paling akhir menjadi 40 ekor/m 2 sampai masa bertelur. Adapun kandang yang biasa diperlukan dalam budidaya burung puyuh adalah:

Kandang untuk induk pembibitan
Kandang ini berpegaruh langsung pada produktifitas serta potensi mneghasilkan telur yang bermutu. Besar atau ukuran kandang yg akan dipakai harus sesuai sama jumlah puyuh yang bakal dijaga. bagusnya satu ekor puyuh dewasamembutuhkan luas kandang 200 m2.

Kandang untuk induk petelur
Kandang ini berfungsi menjadi kandang untuk induk pembibit. Kandang ini memiliki bentuk, ukuran, serta keperluan perabotan yg sama. Kepadatan kandang lebih besar namun juga bisa sama.

Kandang untuk anak puyuh/usia stater(kandang indukan)
Kandang ini adalah kandang bagi anak puyuh pada umur starter, ialah mulai umur sehari sampai dengan dua sampai tiga minggu. Kandang ini memiliki fungsi untuk mengawasi supaya anak puyuh yg masih tetap butuh pemanasan itu tetap terlindung serta mendapat panas yang sama dengan kebutuhan. Kandang ini perlu dilengkapi alat pemanas. kebanyakan ukuran yg seringkali dipakai yaitu lebar 100 cm, panjang 100 cm, tinggi 40 cm, serta tinggi kaki 50 cm. (cukuplah menampung 90-100 ekor anak puyuh).

Kandang untuk puyuh usia grower (3-6 minggu) dan layer (lebih dari 6 minggu)
Bentuk, ukuran atau peralatannya sama dengan kandang untuk induk petelur. Alas kandang rata-rata berupa kawat ram.


Mode Kandang untuk Layer
perabotan
Perlengkapan kandang berwujud tempat makan, tempat minum, tempat bertelur dan tempat obat-obatan.
Penyiapan Bibit.

Yang butuh dilihat oleh peternak sebelum memulai upayanya, adalah mendalami 3 (tiga) unsur produksi upaya perternakan yaitu bibit/pembibitan, pakan (ransum) serta pengaturan usaha peternakan.

Penentuan bibit burung puyuh disesuaikan dengan tujuan pemeliharaan, ada 3 (tiga) ragam tujuan pemeliharaan burung puyuh, yaitu:

a. Untuk produksi telur konsumsi, diseleksi bibit puyuh style ketam betina yang sehat atau bebas dari kerier penyakit.
b. Buat produksi daging puyuh, diambil bibit puyuh jantan serta puyuh petelur afkiran.
c. Untuk pembibitan atau produksi telur tetas, dipilih bibit puyuh betina yang baik produksi telurnya dan puyuh jantan yang sehat yg siap membuahi puyuh betina agar dapat jamin telur tetas yang baik.

Pemeliharaan
1) Sanitasi serta perbuatan Preventif
untuk mengontrol munculnya penyakit pada pemeliharaan puyuh kebersihan lingkungan kandang dan vaksinasi terhadap puyuh butuh dijalankan sedini
mungkin.

2) Pengontrolan Penyakit
Pengontrolan penyakit dilakukan setiap waktu serta jika ada tanda tanda yg kurang sehat terhadap puyuh harus segera dilaksanakan penyembuhan sesuai dengan wejangan dokter hewan atau dinas peternakan setempat atau saran dari Poultry Shoup.

3) Pemberian Pakan
Ransum (pakan) yang bisa diberikan buat puyuh terbagi dalam beberapa bentuk, ialah: bentuk pallet, remah-remah serta tepung. Karena puyuh yg suka usil memtuk temannya dapat punyai aktivitas dengan mematuk-matuk pakannya. Pemberian ransum puyuh anakan dikasihkan 2 (dua) kali sehari pagi dan siang. sedang puyuh remaja/dewasa diberikan ransum cuma 1 kali sehari yakni pada pagi hari. buat pemberian minum pada anak puyuh pada bibitan terus-menerus.

4) Pemberian Vaksinasi dan Obat
Pada umur 4-7 hari puyuh di vaksinasi dengan dosis separo dari dosis untuk ayam. Vaksin dapat dikasihkan lewat tetes mata (intra okuler) atau air minum (peroral). Pemberian obat lekas dilakukan seandainya puyuh nampak gejala-gejala sakit dengan mengharap bantuan wejangan dari PPL ditempat atau dari toko peternakan (Poultry Shoup), yg ada di dekat Anda beternak puyuh.

7. Hama dan Penyakit
Radang usus (Quail enteritis)
Pemicu: bakteri anerobik yg membuat spora serta menyerang usus, hingga muncul pearadangan pada usus.
Gejala: puyuh terlihat lesu, mata tertutup, bulu tampak kusam, kotoran berair serta memiliki kandungan asam urat.
Pengendalian: memperbaiki tata laksana pemeliharaan, dan memisashkan burung puyuh yang sehat dari yang sudah terinfeksi.

Tetelo (NCD/New Casstle Diseae)
Tanda-tanda: puyuh sukar bernafas, batuk-batuk, bersin, muncul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, kadang berdarah, tinja encer kehijauan yang
spesifik tersedianya tanda-tanda "tortikolis"yaitu kepala memutar-mutar tidak menentu dan lumpuh.
Pengendalian:
menjaga kebersihan lingkungan dan peralatan yg tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yg mati segera dibakar/dibuang;
pisahkan ayam yang sakit, menahan tamu masuk lahan peternakan tanpa pakaian yang mensucihamakan/ steril serta mengerjakan vaksinasi NCD. sampai saat ini belum ada obatnya.

Berak putih / Kapur (Pullorum)
Penyebab: Kuman Salmonella pullorum dan merupakan penyakit menular.
Tanda-tanda: kotoran berwarna putih, nafsu makan hilang, sesak nafas, bulu-bulu mengerut dan sayap lemah menggantung.
Pengendalian: sama juga dengan pengendalian penyakit tetelo.

Berak darah (Coccidiosis)
Gejala: tinja berdarah serta mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam menggigil kedinginan.
Pengendalian:
menjaga kebersihan lingkungaan, mengontrol litter terus kering;
dengan Tetra Chloine Capsule diberikan melalui mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dicampurkan pada air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox

Cacar Unggas (Fowl Pox)
Penyebab: Poxvirus, menyerang bangsa unggas dari semua usia dan jenis kelamin.
tanda-tanda: imbulnya keropeng-keropeng pada kulit yg tak berbulu, seperti pial, kaki, mulut serta farink yang jika dilepaskan akan keluarkan darah.
Pengendalian: vaksin dipteria serta mengisolasi kandang atau puyuh yang terinfksi.

Quail Bronchitis
Penyebab: Quail bronchitis virus (adenovirus) yg bersifat sangatlah menyerang.
Gejala: puyuh nampak lesu, bulu kusam, gemetar, sulit bernafas, batuk serta bersi, mata dan hidung terkadang mengeluarkan lendir dan terkadang kepala serta leher cukup terpuntir.
Pengendalian: pemberian pakan yang bergizi dengan sanitasi yang ideal.

Aspergillosis
Pemicu: cendawan Aspergillus fumigatus.
tanda-tanda: Puyuh mengalami masalah pernapasan, mata tercipta lapisan putih mirip keju, mengantuk, nafsu makan berkurang.
Pengendalian: memperbaiki sanitasi kandang serta lingkungan sekelilingnya.

Cacingan
Pemicu: sanitasi yang tidak baik.
Tanda-tanda: puyuh tampak kurus, lesu serta lemah.
Pengendalian: menjaga kebersihan kandang dan pemberian pakan yang terjaga kebersihannya.

8. Panen
Hasil khusus
Pada usaha pemeliharaan puyuh petelur, yang menjadi hasil pentingnya ialah produksi telurnya yang dipanen setiap hari diwaktu masa produksi berjalan.
Hasil Tambahan

Sedangkan yang merupakan hasil penambahan diantaranya berbentuk daging afkiran, tinja dan bulu puyuh.

9. Waktu Panen ...

10. Analisa Ekonomi Budidaya

analisa upaya Budidaya

Investasi
kandang ukuran 9 x 0,6 x 1,9 m (1 jalur + tempat minum dan makan) Rp. 2.320.000,-
kandang besar Rp. 1.450.000,-
cost pemeliharaan (buat usia 0-2 bulan)
ay Old Quail (DOQ) x Rp 798 (Harga DOQ) Rp. 1.596.000,-
Obat (Vitamin + Vaksin) Rp. 145.000,-
Pakan (selama 60 hari) Rp. 2.981.200,-
Jumlah ongkos produksi Rp. 4.722.200,-
situasi puyuh:
banyaknya anak 2000 ekor (jantan dan betina)
kemungkinan mati 5%, bekas 1900
efek kelamin 15% jantan, 85% betina (285 jantan, 1615 betina)
sehabis 2 bulan harga puyuh bibit Rp 3.625,- betina serta Rp 725 jantan
Penjualan puyuh bibit usia 2 bulan Rp. 4.408.000,-Minus Rp. -314.200,-
Biaya pemeliharaan (0-4 bulan)
200 DOQ x Rp 798,- Rp. 159.600,-
Obat (vitamin serta Vaksinasi) Rp. 290.000,-
Pakan (sampai dengan usia 3 minggu) Rp. 2.459.925,-
Pakan (s/d minggu ke 4) betina 1615 ekor dan 71 ekor jantan (25% jantan wajar bibit) Rp. 5.264.051,-
banyaknya ongkos produksi Rp. 8.173.576,-
kondisi puyuh:
Mulai umur 1,5 bulan puyuh bertelur setiap hari rata-rata 85%, jumlahnya telur 1373 butir
Hasil telur 75 hari x 1373 x Rp 75,- Rp. 7.723.125,-
Puyuh betina bibit 1615 ekor @ Rp 3.625,- Rp. 5.854.375,-
Puyuh jantan bibit 75 ekor @ Rp 798,- Rp. 59.850,-
Puyuh jantan afkiran 214 ekor @ Rp 725,- Rp. 155.150,-
Keuntungan hasil dari penjualan Rp. 5.618.924,-
cost pemeliharaan (sampai usia 8 bulan)
Biaya untuk umur 4-8 bulan Rp. 1.625.137,-

Pendapatan
Hasil telur (0,5 bulan) 195 x 1373 x Rp 75,- Rp. 20.080.125,-
Hasil puyuh afkir 1615 ekor @ Rp 798,- Rp. 1.288.770,-
Hasil jantan afkir 71 ekor @ Rp 725,- Rp. 51.475,-
Hasil jantan afkir (2 bln) 214 ekor @ Rp 725,- Rp. 155.150,-
Keuntungan beternak puyuh petelur dan afkiran jual Rp. 10.950.113,-

Jadi peternak semakin banyak menjumlah keuntungan kalau beternak puyuh petelur, baru selanjutnya puyuh afkirannya di jual dibanding menjual puyuh bibit. penelitian upaya dihitung berdasar pada harga-harga yang laku pada tahun 1999
Bibit Puyuh Yogyakarta




Bibit Puyuh Yogyakarta


Jl. Dr. Moh. Hatta No.4, Kota Blitar, Jawa Timur


082136783880

Bibit Puyuh Yogyakarta

Bibit Puyuh Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar